Ada Sarang Walet di Atas Dapur, Operasional SPPG Siak Dayun Dihentikan Sementara

Sarang-walet-di-atas-SPPG.jpg
Sarang walet di atas SPPG Siak Dayun Berumbung Baru 2 (Istimewa)

RIAU ONLINE, SIAK - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Siak Dayun Berumbung Baru 2, Provinsi Riau. Kebijakan ini diambil setelah ditemukan pelanggaran prosedur, salah satunya keberadaan sarang walet di atas fasilitas dapur.

Koordinator BGN Provinsi Riau, Achmad Wardana, mengatakan temuan tersebut menjadi salah satu alasan utama penghentian operasional sementara.

“Adanya sarang walet di atas SPPG dan itu sudah melanggar prosedural dari BGN. Atas temuan tersebut, dapur itu kami berhentikan sementara,” ujar Achmad Wardana, Minggu, 26 April 2026.

Ia menjelaskan, selain faktor tersebut, hasil peninjauan di lapangan juga menunjukkan adanya kendala operasional yang mengharuskan SPPG melakukan relokasi ke tempat yang lebih memadai.

“Kami juga merekomendasikan SPPG tersebut untuk pindah lokasi di kecamatan yang sama, sehingga penerima manfaat tetap bisa dilayani,” jelasnya.

Sebelumnya, keputusan penghentian ini merujuk pada Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang petunjuk teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tahun Anggaran 2026, serta laporan khusus tertanggal 25 April 2026 terkait kendala operasional.


BGN menilai kondisi tersebut berpotensi mengganggu kualitas produksi, mutu gizi, hingga keamanan pangan. Karena itu, penghentian sementara dilakukan sebagai langkah evaluasi menyeluruh.

Selain penghentian operasional, penyaluran dana bantuan pemerintah untuk SPPG tersebut juga direkomendasikan dihentikan sementara hingga perbaikan selesai dilakukan.

Wardana menegaskan, kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh SPPG di Riau agar lebih memperhatikan standar operasional, khususnya terkait dampak lingkungan.

“Harapan kami SPPG lain bisa menjadikan ini pelajaran. Harus lebih aware, terutama terhadap dampak lingkungan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur yang telah ditetapkan oleh BGN pusat, agar program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal.

“Jangan sampai limbah yang dihasilkan atau pengelolaan dapur tidak sesuai SOP. Kita harus sama-sama mendukung program ini agar berjalan dengan baik,” tutupnya.