Harimau Sumatera Muncul di Kebun Sawit, Warga Siak Diimbau Batasi Aktivitas Malam

Harimau-Sumatera-di-kebun-sawit.jpg
Harimau Sumatera dilaporkan muncul di area perkebunan sawit di Kabupaten Siak. (Istimewa)

RIAU ONLINE, SIAK – Seekor Harimau Sumatera (HS) dilaporkan muncul di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya, Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak. 

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengimbau masyarakat membatasi aktivitas terutama pada malam hari.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan menyusul laporan perjumpaan antara warga dan Harimau Sumatera pada Kamis 8 Januari 2026, sekitar pukul 19.00 WIB.

“Peristiwa tersebut merupakan perjumpaan langsung antara warga dan Harimau Sumatera, tidak ada kejadian serangan maupun korban jiwa,” ujar Supartono.


Ia menjelaskan, perjumpaan terjadi di RT 02/RW 07 Dusun 04, Desa Teluk Masjid. Saat itu, seorang warga bernama Zulfikar bersama dua rekannya hendak memancing di kawasan perkebunan sawit. Dari kejauhan, Zulfikar melihat sorot mata dan setelah diarahkan senter, terlihat seekor Harimau Sumatera berjarak sekitar empat meter, terpisah oleh parit.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim BBKSDA Riau menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter di area perkebunan sawit dengan titik koordinat 1,047200N 102,155600E. Berdasarkan hasil pengamatan, diperkirakan hanya satu ekor harimau yang melintas.

Supartono menambahkan, lokasi perjumpaan berada di kawasan Areal Penggunaan Lain (APL), sementara arah jejak harimau mengarah ke kawasan Hutan Produksi (HP) yang berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi kejadian.

Sebagai langkah pencegahan, BBKSDA Riau telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pemerintah desa. Warga diimbau untuk tidak beraktivitas sendirian, mengutamakan kegiatan secara berkelompok, serta membatasi aktivitas pada malam hari yang merupakan jam aktif Harimau Sumatera.

“Kami juga meminta masyarakat segera melaporkan kepada petugas BBKSDA Riau, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas jika menemukan tanda-tanda keberadaan satwa liar,” pungkas Supartono.