Fokus Bayar Warisan Utang, Bupati Siak Minta Warga Maklumi Kondisi Keuangan Daerah

Bupati-siak-afni0.jpg
Bupati Siak, Afni Zulkifli (HENDRA DEDAFTA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, SIAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menegaskan komitmen keterbukaan kepada publik dengan memaparkan capaian kerja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sepanjang 2025. 

Di tengah keterbatasan fiskal, Pemkab meminta masyarakat memaklumi kondisi keuangan daerah yang masih berada dalam tekanan berat akibat warisan utang dan penurunan pendapatan.

Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Kaleidoskop Siak 2025, yang untuk pertama kalinya digelar sebagai forum transparansi kinerja pemerintahan Afni - Syamsurizal sejak dilantik 4 Juni 2025. Seluruh kepala OPD diminta menyampaikan data capaian program secara terbuka kepada publik, di Balairung Datuk Empat Suku, Senin, 29 Desember 2025.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan keterbukaan ini penting agar masyarakat mengetahui bahwa roda pemerintahan tetap berjalan meski ruang fiskal sangat terbatas.

“Kami ingin rakyat tahu kondisi sebenarnya. Secara fisik, kegiatan berjalan dan OPD bekerja. Namun secara keuangan, kita memang sangat terbatas. Sampai hari ini saldo RKUD hanya tersisa sekitar Rp3,7 juta,” ujar Bupati Afni Z. 


Afni menjelaskan, hingga 26 Desember 2025 realisasi fisik APBD telah mencapai 94,51 persen, sementara realisasi keuangan berada di angka 82,25 persen. Perbedaan ini, menurutnya, merupakan dampak langsung dari kebijakan pengendalian belanja dan penyelamatan fiskal.

Sebagai langkah menjaga kesinambungan keuangan daerah, Pemkab Siak melakukan koreksi anggaran sebesar Rp736,6 miliar sepanjang 2025. 

Kebijakan ini diambil di tengah kewajiban membayar warisan tunda bayar 2024 yang mencapai Rp326,9 miliar, di mana hingga 19 November 2025 telah dibayarkan Rp205,4 miliar dan masih tersisa sekitar Rp121,5 miliar.

Meski demikian, Pemkab Siak menegaskan pelayanan dasar dan program strategis tetap menjadi prioritas. 

Pemerintahan Afni-Syamsurizal memilih menahan belanja, membatalkan sejumlah lelang, serta tidak membuka proyek baru di APBD Perubahan demi mengendalikan defisit.

“Kami memilih fokus membayar utang dan menjaga fiskal tetap sehat. Kami mohon masyarakat bersabar dan memahami kondisi ini,” pungkas Afni.