Gajah Sumatera Ditemukan Mati di Desa Lubuk Kembang Bungo

bangkai-gajah.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Seekor Gajah Sumatera ditemukan mati di kebun karet, tepatnya di Desa Lubuk Kembang Bungo, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan. Gajah mati merupakan gajah yang terpisah dari kelompoknya di Tesso Tenggara.

Kematian gajah sebenarnya sudah terjadi sejak 24 Mei 2021 lalu. Namun Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau baru merilis kematian gajah, Rabu, 16 Juni 2021.

Kepala Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono mengatakan, sebelum ditemukan mati, Tim BKSDA Riau sudah melakukan pemantauan terhadap gajah betina tersebut karena terpisah dari kelompoknya.

“Berawal dari adanya pemantauan kelompok gajah sebanyak 17 ekor. Dari pantauan itu kami temukan kekurangan dari adanya 17 ekor menjadi 16 ekor,” terangnya, Rabu, 16 Juni 2021.

Suharyono menambahkan, tim kemudian melakukan patroli ke lokasi untuk menemukan satu ekor gajah yang tertinggal dan berupaya menggiring gajah tersebut kembali pada kawanannya.

“Setelah ditemukan kami melakukan observasi dan memang gajah ini sudah tua, usia 55 tahun berjenis kelamin betina,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, sebelum ditemukan mati, selama dua bulan tim medis melakukan pengobatan terhadap gajah betina itu.

“Selama dua bulan kami lakukan pemantauan dan pengobatan terhadap gajah, kita berikan vitamin. Sampai pada akhirnya gajah ini sudah tidak dapat tertolong dan ditemukan mati,” kata Suharyono.

Suharyono menyebut, dari hasil neukropsi terhadap bangkai gajah, ditemukan masalah gangguan pada hati dan pernafasan.

“Kami langsung melakukan neukropsi terhadap bangkai gajah. Dari hasil neukropsi, kita temukan gangguan pada masalah pernafasan, kemudian ada gangguan sistem pencernaan sehingga gajah tidak sempurna mengolah makanan,” ucapnya.

Usai dilakukan neukropsi, bangkai gajah kemudian dikubur di lokasi ditemukannya bangkai gajah tersebut.