Trah Sukarmis "Subur" di Kuansing, Panca Setyo: Masyarakat Merestui

Panca-Setyo-Prihatin.jpg
(Kaumy.org)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Adam Sukarmis akan didaulat sebagai Ketua DPRD Kuansing lusa mendatang. Sementara abangnya, Andi Putra dipastikan memenangkan Pilkada Kuansing dan akan memimpin negeri Rantau Kuantan lima tahun ke depan. 

 

Suburnya trah Sukarmis ini disebut pengamat politik, Panca Setyo Prihatin tidak bertentangan secara hukum dan sah karena melalui skema demokrasi. Meski demikian sangat mungkin berimplikasi pada proses kebijakan publik.

 

"Semua orang memiliki hak demokratis untuk menjabat, cuma hal ini kan dibentuk bukan diproses secara alamiah, semua diatur, sehingga terjadilah oligarki," ujar Panca, Senin, 23 Februari 2021. 

 

Oligarki ini dijelaskan Panca sebagai bentuk Kekuasaan dan penetuan kebijakan berlangsung dalam komunitas yang lebih kecil dengan kedekatan tertentu semisal emosional, kultural, dan sosiologis.

 

Dalam konteks ini, disebut Panca proses pembentukannya terjadi di partai politik dimana tokoh-tokoh yang memiliki modal kuat diberikan jalan oleh partai. 

 

Kondisi ini disebut Panca menguat pasca reformasi dan desentralisasi politik dilakukan untuk mempertahankan dan memperluas kekuasaan. 

 

Implikasi dari proses penentuan kebijakan yang tidak diproses maksimal ini disebut Panca bisa membuat keputusan pengambilan kebijakan menjadi subjektif. 

 

Rasionalitasnya dalam mengambil keputusan menjadi kabur, subjektif," tekan Panca. 

 

Meski demikian, kondisi ini tentu tidak lahir di ruang hampa melainkan karena masyarakat sebagai penyelenggara utama demokrasi merestui hal tersebut. 

 

Akademisi Universitas Islam Riau ini menekankan edukasi kepada masyarakat penting dilakukan sehingga hal demikian tidak terjadi. 

 

"Terpenting harus ada edukasi masyarakat bahwa Politik patrimonial ini sangat berbahaya sebetulnya,"

 

Kondisi ini pun disebut Panca tidak hanya terjadi di Kuansing. Hasil Pilkada Bengkalis, dan Indragiri Hulu juga melanggengkan kekuasaan dalam satu keluarga yakni dari suami ke istri. 

 

 

Namun kemenangan dua Bupati lewat proses demokratis Pilkada yakni Kasmarni dan Rezita mengindikasikan masyarakat merestui hal itu terjadi.