Penguatan Konsep Diri Penting Untuk Cegah Panyalahgunaan Narkoba

penyuluhan-narkoba.jpg
(fitri)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Yayasan Sarasehan fokus menggalakkan gerakan memerangi narkoba dengan metode edukasi dan rehabilitasi di tengah masyarakat.

Sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) di bawah Kementerian Sosial, Yayasan Sarasehan giat menggelar program Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba dan Rehabilitasi Korban Penyalahguna Narkoba.

“Kami memberikan edukasi lebih untuk menguatkan mereka dari dalam diri seperti memperkuat konsep diri dan kemampuan komunikasi asertif atau komunikasi penyampaian yang dirasakan, diinginkan dan dipikirkan,” kata Ismi, Pengurus Yayasan Sarasehan.

Program pencegahan (prevention) penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh Yayasan Sarasehan dibagi dua segmen yaitu untuk usia anak dan remaja serta usia dewasa atau orang tua.

Pada segmen usia anak dan remaja model kegiatan mempromosikan kemampuan memilih pilihan yang tepat sesuai dengan nilai (value) individu dan masyarakat. Di samping itu, dilakukan pula edukasi terkait dampak buruk narkoba dilihat secara ilmiah.

“Kalau untuk usia pelajar kami datang ke sekolah,” ujarnya.

Sebagai seorang pelajar sangat mudah dipengaruhi lingkungan sehingga perlu untuk dilakukan penguatan konsep diri.

“Sebenarnya bukan sulit mengatakan tidak pada narkoba tetapi lebih sulit mengatakan tidak pada ajakan teman,” ungkapnya.

Pencegahan pada usia dewasa atau orang tua, target kegiatan agar orang tua dapat waspada pada ciri-ciri khusus anak yang menggunakan narkoba. Orang tua juga diedukasi untuk mengetahui tipe kepribadian anak, perbedaan otak anak perempuan dan anak laki-laki, berbagai gaya belajar anak serta kecerdasan unggulan anak.

“Harapannya, kemampuan orang tua meningkat dalam bersama anak mereka, sehingga anak lebih nyaman bersama orang tua agar meminimalisir kemungkinan anak untuk menggunakan narkoba,” ucap Ismi.

Orangtua saat ini juga harus membuka pengetahuan dan memperluas wawasan terkait edukasi narkoba terutama ciri-ciri gejala pengguna narkoba agar dapat mengawasi anak lebih baik.

“Kami punya segmen khusus untuk ibu-ibu juga karena pada beberapa kasus malah ibu-ibu juga menggunakan narkoba,” ungkapnya.

Untuk para pekerja fokus edukasi yaitu untuk mengelola stres. Sebab kebanyakan pengguna narkoba pada orang dewasa diakibatkan karena tidak mampu mengatasi stres tekanan pekerjaan.