Dewan Minta Pemprov Siapkan Tempat Karantina Hadapi Gelombang Kepulangan TKI

siroj.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Anggota DPRD Riau Fraksi PKS, Sofyan Siroj meminta Pemerintah Provinsi Riau agar mempersiapkan hal-hal yang berkaitan dengan antisipasi masuknya virus Covid-19 dari negara tetangga.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi III ini menanggapi rencana datangnya ribuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Malaysia yang akan dipulangkan ke Indonesia seiring kebijakan lockdown negara tersebut.

Sofyan menegaskan, perlu keseriusan dari pemerintah supaya penyebaran virus ini bisa ditanggulangi, keseriusan tersebut tentu juga memerlukan konsekuensi, termasuk mengkarantina para TKI ini.

"Malaysia kan jumlah penderita virus Coronanya cukup besar, makanya nanti setiap orang dari sana harus di test suhu tubuhnya, kalau tidak normal, cepat beri penanganan," kata politisi senior PKS ini, Kamis, 26 Maret 2020.

Jikapun suhu mereka normal, mereka juga diharuskan isolasi seperti yang sudah dilakukan pemerintah terhadap WNI asal Wuhan, China beberapa bulan yang lalu di Natuna, Kepulauan Riau.

Tak hanya badan, barang-barang yang dibawa dari Malaysia seperti uang dan lainnya, semua itu juga harus dikarantina sebelum beredar di wilayah Riau.

"Menurut saya, ini bukan hal remeh, kita harus memiliki rasa waspada yang tinggi. Penyebaran virus ini sangat mudah dan sangat cepat," tuturnya.

Terkait lokasi isolasi, sambung Sofyan, luas wilayah Riau sangat besar dan penduduknya juga tidak terlalu padat. Sehingga bukan hal yang sulit bagi pemerintah mencari tempat isolasi.

Lebih jauh, Pemprov juga harus segera memenuhi kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) tenaga medis karena kedatangan TKI otomatis angka OPD maupun PDP, hingga suspect akan meningkat

"APD juga harus disiapkan, kita berharap pada Allah, zupaya jangan menyebar kesini, tapi kita tetap harus berjuang mengantisipasi kemungkinan terburuk terjadi. Setiap yang datang dari luar negeri juga harus ikuti intruksi pemerintah, demi keselamatannya dan orang sekitarnya," tutupnya.