DPR RI Akan Anggarkan Pembangunan Fly Over Simpang Panam

Syahrul-Aidi.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Anggota komisi V DPR RI dapil Riau, Syahrul Aidi merespon permintaan anggota DPRD Riau, Parisman Ikhwan yang meminta pembangunan Fly Over di perempatan Simpang Panam, mempertemukan jalan Garuda Sakti, HR Soebrantas dan Kubang Raya.

Politisi PKS ini mengaku akan memperjuangkan anggaran pembangunan fly over di Simpang Panam melalui APBN, di mana Kementrian PUPR merupakan mitra kerjanya di komisi VDPR RI.

"Kami akan upayakan pembangunan fly over ini sesegera mungkin, karena fly over ini memang sangat dibutuhkan masyarakat untuk mengurai kemacetan," kata mantan anggota DPRD Kampar ini, Selasa, 31 Desember 2019.

Syahrul bahkan sudah menghubungi langsung Kepala Dinas PUPR Riau, Dadang Eko Purwanto untuk menyiapkan Detail Engineering Detail (DED) guna memuluskan penyusunan anggaran di Kemen PUPR.

Sementara itu, Kadis PUPR, Dadang Eko, mengatakan pihaknya memang sudah menerima permintaan dari Syahrul tentang proyek pembuatan DED ini, ia juga akan mengusulkan anggaran di APBD Perubahan 2020.

"Iya saya sudah diminta sama pak Syahrul dan juga arahan dari pak gubernur, di (APBD) perubahan akan kita usulkan nanti. Jalan HR Soebrantas kan jalan nasional, tentu kita berharap ini dibangun APBN," tuturnya.

Terkait mana jalan yang akan dihubungkan dengan fly over, Dadang mengaku belum bisa menjelaskan detailnya, namun yang jelas usulan anggaran akan disiapkan oleh pihaknya.

"Belum bisa saya katakan yang mananya, nantilah itu," tutupnya.

Sebelumnya, meski sudah dilakukan pelebaran jalan di HR Soebrantas arah ke Bangkinang, namun kemacetan masih saja terjadi simpang empat Panam, terutama di hari akhir pekan.

Simpang ini sendiri menghubungkan antara jalan Garuda Sakti, HR Soebrantas dan Kubang Raya dan kerap dilewati oleh kendaraan bertonase besar.

Menanggapi hal ini, ketua Komisi IV DPRD Riau, Parisman Ikhwan berharap agar pemerintah pusat bisa menganggarkan pembangunan fly over di kawasan padat kendaraan tersebut.

Disampaikan politisi Golkar yang kerap disapa Iwan Fattah ini, simpang tersebut memang kerap mengalami kemacetan. Selain karena dilewati kendaraan bertonase besar, simpang ini merupakan perempatan yang sangat strategis.