Aktual, Independen dan Terpercaya


Tim Pansel BRK Rahasiakan Pelamar Yang Lulus Seleksi Administrasi

Ahmad-Syah-Haroffie.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/AZHAR SAPUTRA)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Tim Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Bank Riau Kepri (BRK) terkesan tidak transparan dalam melakukan seleksi. Bahkan hingga saat ini tim Pansel Direksi BRK enggan mengumumkan berapa jumlah calon pelamar yang lulus dalam tahapan seleksi administrasi.

Padahal sesuai jadwal, tahapan pengumuman hasil seleksi administrasi dilakukan Senin 28 Oktober 2019 kemarin. Namun hingga Selasa 29 Oktober 2019 ini, Tim Pansel belum juga mengumumkan nama-nama pelamar yang lulus seleksi administrasi.

Tim Pansel dikabarkan sudah melakukan rapat Senin 28 Oktober tadi malam dengan agenda pembahasan dan penetapan pelamar yang lulus seleksi administrasi. Namun apa hasil dari rapat tersebut, sejauh ini tim Pansel belum bersedia membeberkannya kepada media.

"Iya, tadi malam sudah rapat Tim Pasel, Sabarlah dulu ya. Nanti pasti akan kami umumkan," kata Ketua Tim Pansel Direksi BRK, Ahmad Syah Harrofie.

Ahmad Syah terkesan irit bicara saat disingg mengenai proses seleksi tahap awal ini. Namun yang pasti dalam tahap seleksi pemberkasan ini lebih menitik beratkan pada kelengkapan administrasi dari setiap masing-masing calon pelamar.

"Sabar dulu, tunggu waktunya, nanti lah,"katanya singkat.

Seperti diketahui, Dari 27 nama yang mendaftar ke Tim Pansel BRK, penelusuranRIAUONLINE.CO.ID terdapat beberapa nama dari internal, atau karyawan Bank Riau Kepri sendiri.

Mereka, ada yang mengincar Komisaris Utama, Direktur Utama, Direktur Dana dan Jasa serta Direktur Operasional. Dari nama-nama tersebut, patut diduga bermasalah dari aspek hukum, kepribadian serta jenjang karir atau tak lulus asesment, namun kemudian tetap saja diberi jabatan setingkat di atasnya.

Selain itu, dari 27 nama yang mendaftar tersebut, penelusuran singkat, sama sekali tak ada yang memang spesialis di bidang perbankan syariah, seperti keinginan Gubernur Riau, Syamsuar, sebagai pemegang saham untuk mengkonversi BRK jadi bank syariah.

Sementara itu, Ketua Tim Pansel, Ahmad Syah Harrofie mengatakan, hasil rapat malam ini akan menentukan lanjut atau tidak ke tahapan berikutnya.

"Bagi pelamar dinyatakan lulus seleksi administrasi, berhak melaju ke tahap berikutnya, Uji Kompetensi dan Kepatutan (UKK). Sesuai jadwal UKK akan digelar mulai 4-20 November 2019," jelas Penjabat Sekdaprov Riau itu.

Ia menjelaskan, usai UKK selesai, nanti peserta akan mengikuti tes wawancara, dijadwalkan 26-27 November 2019. Seperti diketahui, sebanyak 27 pelamar sudah menyerahkan berkasnya ke tim pansel.

Mereka akan memperebutkan empat jabatan tinggi di Bank Riau Kepri saat ini masih kosong. Keempat jabatan tinggi di BRK saat ini sedang dilelang secara terbuka di antaranya, Komisaris Utama, Direktur Utama, Direktur Dana dan Jasa serta Direktur Operasional.

Berikut 27 nama yang bertarung memperebutkan empat posisi di BRK:

1. Dr Ir Andi Buchari MM (Jakarta)

2. Mohamad Ruli Fahmi (Bandung)

3. Khaerul Fata (Jakarta)

4. Dr Herbudi Setio Tomo (Bekasi)

5. Nusyirwan (Pekanbaru)

6. Muhammad Jazuli (Pekabaru)

7. Syamsul Aidi Bachtiar (Tangerang Selatan)

8. M.A Suharto (Jakarta)

9. Yuharman (Pekanbaru)

10. Ikhwan (Pekanbaru)

11. Nizam SE (Pekanbaru)

12. Andi Mulya (Pekanbaru)

13. Bemi Hendrias (Pekanbaru)

14. Dr Emrinaldi Nur DP SE MSi

15. Tugiantoro (Tangerang)

16. Rudi D Harahap (Medan)

17. Bagus Hudiono (Tangerang Selatan)

18. Zulfiar Azial (Pekanbaru)

19. Erfan Effendi (Pekanbaru)

20. Said Syamsuri (Pekanbaru)

21. Denny Muliya Akbar (Pekanbaru)

22. Hendra Buana (Pekanbaru)

23. Ir Ibnu Legowo (Pekanbaru)

24. Delyudar Syamsir (Tangerang Selatan)

25. Wan Andi Aryadi (Pekanbaru)

26. Dian Askin Hatta (Palembang)

27. Afrid Wibisono (Jakarta)

Dengan jumlah pelamar empat jabatan BRK mencapai 27 orang, lanjut Ahmad Syah, maka ini sudah memenuhi jumlah pelamar, karena satu jabatan minimal tiga orang.

"Jumlah itu lebih dari cukup, karena kalau untuk pengisian empat jabatan kita hanya butuh 12 orang. Jadi tak perlu kita lagi perpanjangan waktu," ujarnya.(*)