Mahasiswa Desak Direktur RSUD Bengkals Dicopot

demo-kantor-bupati-bengkalis.jpg
(Andrias)

Laporan: ANDRIAS

RIAUONLINE, BENGKALIS - Pimpinan atau Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bengkalis dituding tidak bisa mempertahankan pelayanan sehingga tipe kelas RSUD, semula tipe B di rekomendasikan turun kelas C.

Tudingan itu dilontarkan dengan lantang oleh puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bertuah Bengkalis Peduli Negeri (AMPB2PN) menggelar aksi demo, Rabu 14 Agustus 2019 pagi di depan Kantor Bupati Bengkalis, jalan Ahmad Yani.

"Direktur RSUD dinilai tidak becus dan gagal. Kami meminta Bupati Amril Mukminin untuk mengevaluasi dan mengganti Direktur RSUD Bengkalis tersebut," orasi kordinator demo Eko Saputro dengan lantangan.

Puluhan massa demo juga mengkritik, rangkap jabatan yang dipegang oleh direktur RSUD. Diantaranya menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan rangkap juga sebagai Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bengkalis.

"Publik ingin kejelasan, alasan yang logis dan faktual terkait penurunan kelas dari B menjadi C tersebut. Kita minta bupati dalam hal ini tegas menindak," teriak Eko Saputro.

Selanjutnya, teriakan demonstran juga menegaskan agar DPRD Kabupaten Bengkalis dalam hal ini Komisi IV untuk tetap konsisten menjalankan III fungsi utamanya khususnya fungsi kontrol.

Selang berapa lama, akhirnya demonstran pun diterima oleh Asisten II Perekonomian dan Pembangunan, H Heri Indra Putra.

Dalam pertemuan itu, Heri Indra Putra menjelaskan kepada lima perwakilan demonstran bahwa, kondisi susuai fakta yang ada yakni yang turun tersebut bukan tipe-nya tapi klaim pelayanan BPJS.

"Pelayanan di RSUD Bengkalis sampai saat ini masih berjalan dengan baik dan lancar. Pemkab juga siap bila mau dibandingkan dengan alkes yang ada di RSUD Bengkalis dengan RS lainnya," kata Heri Indra Putra

Pun demikian, Heri Indra Pura menambhakan. Pemkab sudah menyampaikan klaim terhadap berita turun kelas terewbut.

"Karena sampai saat ini Pemkab tidak tau kapan mereka tim penilaian turun ke Bengkalis untuk melakukan penilaian tersebut," kilahnya.

Disamping itu, penjelasan dari perwakilan RSUD Bengkalis bahwa tentang kondisi sesuai fakta adalah yang dimaksut turun tersebut bukan tipenya tapi klaimnya pelayanan BPJS.

"Kita siap menerima kritik dan sarannya. Penurunan kelas memamng terjadi tapi kita yakin tidak akan berpengaruh terhadap pelayanan di RSUD," pungkasnya.