Temuan Penderita TBC, Diskes Bengkalis Siapkan Layanan Pengobatan Gratis

BATUK.jpg
(INTERNET)

Laporan: ANDRIAS

RIAUONLINE, BENGKALIS - Sepanjang tahun 2018 tercatat sebanyak 604 penderita penyakit TBC ditemukan di Kabupaten Bengkalis. Dari jumlah tersebut, sebanyak 73 penderita adalah anak-anak, sementara kasus baru sebanyak 435 kasus.

Data tersebut diperoleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di negeri junjungan ini.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Bengkalis Alwizar menyebut dari temuan itu sudah dilakukan pengobatan melalui fasilitas kesehatan sebanyak 133 penderita atau sekitar 22 persen dari temuan kasus TBC yang tercatat.

"Dari 133 kasus yang dilakukan pengobatan, sebanyak 124 orang diantaranya berhasil disembuhkan," kata Alwizar, kepada sejumlah wartawan, Rabu 10 Juli 2019 di Bengkalis.

Menurut Alwizar, dari temuan ini masih banyaknya penderita yang tidak taat dalam pengobatan. Selain itu juga masih kurangnya penderita TBC melakukan pengobatan disebabkan kurangnya kepedulian masyarakat tentang bahaya penyakit TBC.

"Ini terbukti masih seringnya di masyarakat kalau ada yang menderita batuk, beranggapan batuk biasa," terang

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengobatan penyakit TBC ini, Alwizar mengatakan, pihaknya sejak awal tahun 2019 terus melakukan sosialisasi dan pengobatan dengan berbagai bermacam-macam metode dan pendekatan. Satu diantaranya upaya pencegahan dan pengobatan TBC dilakukan Dinas Kesehatan Bengkalis dengan menerapkan strategi penemuan penderita secara pasif di fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Rumah Sakit dan Puskesmas Puskesmas.

"Program ini kita namakan dengan Program TOSS yakni akronim dari Temukan, Obati Sampai Sembuh. Ini salah satu cara sosialisasi tentang cara mengeliminasi penyakit ini," terang dia.

Dengan program ini sekarang kepedulian dari mitra Dinas Kesehatan Bengkalis terutama rumah sakit sudah sangat konsen mendukung kebijakan ini. Pihak Rumah sakit membantu dalam screening, selanjutnya pasien dirujuk ke Puskesmas terdekat, sesuai alamat pasien tersebut untuk memperoleh pengobatan TBC secara lengkap dan gratis.