Aktual, Independen dan Terpercaya


Plt Gubri: Jangan Kucilkan Anggota Gafatar dalam Bermasyarakat

Gafatar-Riau.jpg
(INTERNET)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pelaksana Tugas (plt) Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, belum bisa memastikan kapan waktu pemulangan 259 warga eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) asal Riau dilakukan.

 

Hingga kini, ratusan anggota yang organisasinya telah terlarang tersebut masih berada di Jakarta menunggu dipulangkan ke Riau. Arsyadjuliandi Rachman atau akrab disapa Andi Rachman mengatakan, kepulangan mereka kini menunggu kepastian dari hasil laporan dari Kesbangpol Riau, Dinsos Riau dan perwakilan DPRD Riau.

 

(Baca Juga: Ormas Ini, Peta, Siap Rebut Aset-aset Asing di Indonesia

 

Mereka sedang berada di Jakarta melihat kondisi terkini. Ratusan anggota Gafatar ini, menurut Andi, dipulangkan baik lewat jalur darat maupun udara.

 

"Untuk pemulangan eks anggota Gafatar asal Riau ini, kita sekarang sedang berkoordinasi dengan Dinsos, Kesbangpol dan anggota DPRD Riau sekarang berada di Jakarta. Mereka akan melaporkan langsung kondisi terkini yang ada di Jakarta. Nanti dari laporan mereka kita bisa memulangkan baik dengan menggunakan jalur darat maupun udara," ujar Andi menjawab RIAUONLINE.CO.ID, Selasa (2/2/2016).

 

Koordinasi hingga kini masih dilakukan dengan perwakilan Pemprov Riau di Jakarta. Hasil dari koordinasi tersebut, kemudian baru bisa memutuskan waktu pemulangan.

 

"Mereka berangkat tadi pagi. Sampai tadi kita masih terus berkoordinasi tentang kondisi teraktual di sana. Jika memungkinkan mereka akan dipulangkan beberapa hari lagi," jelasnya. 

 

Untuk permintaan jaminan sosial ratusan mantan anggota Gafatar, tutur Andi, ia akan berupaya memberikan rasa aman dan nyaman setelah mereka semua sudah pulang ke daerahnya masing-masing.

 

(Klik Juga: Himpass Ormas yang Akan Ikuti Jejak Gafatar

 

"Ya kita pastinya mengimbau kepada seluruh anggota masyarakat untuk tidak melakukan pengucilan ketika mereka semua sudah sampai di daerah masing-masing. Bersikap saja sewajar mungkin dan jangan anggap kehadiran mereka di daerah itu sebagai momok bagi masyarakat. Bersatu saja," tutup Andi.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline