Diduga Dibunuh, Perempuan 30 Tahun Ditemukan Bersimbah Darah di TWA Dumai

Ilustrasi-pembunuhan1.jpg
Ilustrasi (Andri Wiranuari/Liputan6.com)

RIAU ONLINE, DUMAI - Warga Kota Dumai digegerkan dengan penemuan jasad perempuan dalam kondisi mengenaskan di kawasan areal Taman Wisata Alam (TWA) Kota Dumai, Rabu, 10 Juni 2026 sekitar pukul 18.30 WIB.

Korban yang diketahui bernama Nursafika (30) ditemukan terbaring bersimbah darah di sebuah kebun yang berada di Jalan Abdul Rabkhan RT 015, Kelurahan Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan.

Dalam informasi yang diperoleh, korban tengah hamil muda dan diduga dibunuh oleh suaminya sendiri.

Penemuan mayat perempuan itu sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga yang berada di lokasi langsung berkerumun setelah mengetahui adanya seorang perempuan yang tergeletak tak bernyawa di dekat sebuah pondok yang berada di area kebun tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Tarsiwan. 

Sekitar pukul 18.30 WIB, saat melintas di Jalan Abdul Rabkhan, ia melihat sejumlah warga berkumpul di pinggir jalan. Karena penasaran, Tarsiwan kemudian mendatangi lokasi keramaian tersebut.

Setelah mendekat, ia menemukan seorang perempuan terbaring di depan pondok dengan jarak sekitar 20 meter dari badan jalan. Kondisi korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa dan tubuhnya berlumuran darah.

Mengetahui kejadian tersebut, Tarsiwan segera menghubungi saksi lainnya serta melaporkan penemuan itu kepada pihak kepolisian.


Mendapatkan laporan dari masyarakat, personel Polres Dumai bersama Tim Identifikasi dan INAFIS langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan awal.

Sekitar pukul 20.00 WIB, Tim INAFIS Polres Dumai tiba di lokasi dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Petugas kemudian melakukan serangkaian tindakan kepolisian, mulai dari pemeriksaan lokasi, pendokumentasian, pencatatan keterangan saksi-saksi, pemasangan garis polisi hingga pengamanan barang bukti yang ditemukan di sekitar korban.

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Barang bukti yang diamankan antara lain pakaian korban berupa baju berwarna merah jambu dan rok hijau, sepasang sandal abu-abu, serta sebuah tas sandang berwarna hijau yang berisi identitas korban.

Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah benda tajam di lokasi kejadian, yakni satu bilah parang panjang, dua bilah pisau kater, satu buah gunting, dan satu bilah pisau dapur. 

Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Sekitar pukul 21.00 WIB, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dumai guna menjalani pemeriksaan medis dan visum.

Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

"Kami telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi".

"Saat ini tim masih bekerja untuk mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta mendalami seluruh temuan yang ada di lapangan," ujar AKBP Angga Febrian Herlambang.

Menurutnya, hasil visum dari tim medis akan menjadi salah satu petunjuk penting dalam mengungkap penyebab kematian korban.

"Kami masih menunggu hasil visum resmi dari rumah sakit. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan membantu penyidik dalam menentukan langkah-langkah lanjutan serta mengungkap apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa ini," tegasnya.

Hingga kita, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian penyebab tewasnya perempuan berusia 30 tahun tersebut.