Ternyata Uji Lab Garam Rakyat Menyamai Standar Garam Impor

 

RIAU ONLINE, SURABAYA - Setelah melalui proses uji laboratorium, hasil penelitian membuktikan kalau kualitas garam rakyat produksi petani di Pulau Madura bisa menyaingi garam impor. Kadar NaCl garam rakyat sebesar 95,4 persen.

 

Penelitian tersebut dilakukan di laboratorium Universitas Indonesia dengan sampel garam asal Desa Majungan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. Hasil itu didapat setelah selang dua bulan sejak Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menerima tiga karung garam seberat total 120 kilogram di Jakarta pada 15 September 2015. (BACA JUGA: Atuk Annas Sakit Parah, Kesaksiaannya Batal)

 

“Hasilnya ternyata bagus,” kata Menteri Susi kepada wartawan di kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa, (10/11/2015).

 

Tingginya kadar NaCl itu, menurut Susi, menunjukkan garam rakyat mampu menyamai standar garam industri yang biasanya diimpor. Untuk itu, Susi menegaskan kepada importir agar menggunakan garam rakyat. “Kami mengimbau kepada para importir untuk segera pakai garam rakyat, supaya garam rakyat harganya lebih bagus,” kata dia seperti dikutip dari laman Tempo.co.

 

Menurutnya, kesejahteraan petani garam bergantung pada harga jual garam yang berpihak kepada mereka. Sebaliknya, harga garam yang anjlok membuat sengsara para petani. (KLIK JUGA: Kurus Tapi Buncit, Waspadalah Jantung Anda)

 

Kementerian Kelautan sendiri, kata Susi, telah berupaya mendongkrak hasil garam rakyat menggunakan teknologi geomembran. Sehingga ia meminta dukungan pihak lain yang terkait dengan kesejahteraan petani garam.

 

“Ya percuma buang-buang duit juga kalau udah dipastikan pakai geomembran harganya masih 200 perak. Untuk apa? Jelek ya 200, bagus ya 200.”

 

Namun, Direktur Produksi PT Garam Ali Mahdi mengatakan kadar garam sebesar itu masih belum memuaskan. Menurutnya, untuk memenuhi standar garam industri, garam rakyat sedikitnya mencapai kadar NaCl 97 persen. “Masih belum ke arah sana (industri). Jadi kami akan terus melakukan pembinaan garam rakyat,” ujar dia.

 

Sampel garam rakyat sebenarnya dikirim juga ke laboratorium di Jerman oleh Menteri Susi. Namun hasil dari laboratorium itu belum didapat.

 

Uji laboratorium dilakukan untuk mengetahui kadar NaCl yang dikandung garam konsumsi hasil negeri sendiri menyusul pemberitaan tentang dugaan maraknya rembesan garam industri ke pasar, praktek mafia impor garam, dan petani yang terus tertekan.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline