Video Permintaan Maaf Kapolda Viral, Warganet: “Sudah Capek dengan Drama!”

Video-Permintaan-Maaf-Kapolda-Viral-Warganet-Sudah-Capek-dengan-Drama.jpg
Video permintaan maaf Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. (Istimewa)

RIAU ONLINE, ROKAN HILIR - Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Panipahan terkait situasi yang terjadi belakangan ini. 

Pernyataan tersebut disampaikan melalui sebuah video yang diunggah akun Instagram @vocindonesia pada Jumat, 17 April 2026. Dalam pernyataannya, Kapolda menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan internal serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Saya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada warga Panipahan sekaligus menegaskan komitmen untuk berbenah dan memperkuat pelayanan kepada masyarakat," tulis Kapolda dalam akun Medsos tersebut.

Permintaan maaf ini muncul di tengah sorotan publik terhadap kondisi keamanan di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, yang sebelumnya sempat memanas akibat dugaan maraknya peredaran narkoba..

Namun, alih-alih meredakan kritik, pernyataan tersebut justru memantik beragam reaksi dari masyarakat, khususnya warganet. Kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi tanggapan pro dan kontra.

Sejumlah netizen mengaku skeptis dan menilai permintaan maaf tersebut belum cukup menjawab persoalan di lapangan.

“Sudah capek dengan drama,” tulis akun fiel***.

Kritik tajam juga datang dari akun lain yang mendesak adanya tindakan tegas terhadap jajaran kepolisian di wilayah tersebut.

“Pecat Kapolda, Kapolsek dan Kapolresnya,” komentar zuki***.

Nada serupa disampaikan Abdul, yang mempertanyakan lambannya penanganan kasus.

“Cuma diganti, proses atuh, kenapa lambat dan gak respon. Semuanya nanti bakal seperti itu lagi,” ujarnya.

Kekecewaan juga diungkapkan oleh Jegoz*** yang menilai permasalahan yang terjadi sudah terlalu kompleks.


“Terlalu banyak permasalahan dan sudah banyak yang masa bodoh dengan amanah anggota bapak sehingga mereka lupa tugas mereka adalah melindungi dan mengayomi,” tulisnya.

Bahkan, ada netizen yang secara langsung menantang Kapolda untuk mundur dari jabatannya.

“Bukan Kapolsek yang diganti, elu Kapolda berani gak mundur,” tantang igoen***.

Sementara itu, akun senja*** mempertanyakan langkah preventif aparat sebelum situasi memanas.

“Pertanyaannya kenapa gak diberantas sebelum warga bertindak,” tulisnya.

Komentar bernada sinis juga turut mewarnai respons warganet.

“Ada polisi juga gak guna, mending loe jadi polisi tidur saja,” tulis Wirat***.

Desakan agar aparat tidak hanya sekadar berbicara juga disampaikan oleh Suw***.

“Jangan cuma ngomong, laksanakan amanat rakyat karena narkoba merusak generasi muda,” tegasnya.

Keraguan terhadap efektivitas pergantian personel juga muncul.

“Mau diganti personelnya dua periode juga gak bakalan ngaruh,” sindir andix***.

Kekecewaan lainnya datang dari eka*** yang berharap ada hasil konkret dari kunjungan Kapolda.

“Ku pikir dia kesana menyampaikan bandar sudah ditangkap, ternyata cuma sibuk nyenangin masyarakat,” ujarnya.

Meski demikian, tidak semua komentar bernada negatif. Sejumlah netizen tetap memberikan dukungan kepada Kapolda Riau dan berharap adanya perubahan nyata ke depan.

“Hebat kapoldaku agamis,” tulis Agus***.

“Mantap Pak Kapolda Riau,” komentar day***.

Dukungan juga datang dari Boed*** yang mendorong Kapolda untuk membuktikan komitmennya.

“Gas terus Jendral, buktikan Panipahan bebas narkoba,” ujarnya.

Sementara itu, oktari*** menekankan harapan masyarakat terhadap sosok polisi yang ideal.

“Masyarakat butuh polisi yang baik dan benar,” tutupnya.

Beragamnya reaksi publik ini menunjukkan tingginya harapan masyarakat terhadap penanganan masalah keamanan, khususnya pemberantasan narkoba di Panipahan. Permintaan maaf Kapolda menjadi langkah awal, namun masyarakat kini menanti bukti nyata di lapangan.