Sepeda Motor Misterius Jadi Petunjuk Penemuan Kerangka Manusia di Kuansing

Sepeda-Motor-Misterius-Jadi-Petunjuk-Penemuan-Kerangka-Manusia-di-Kuansing.jpg
Polisi lakukan olah TKP penemuan kerangka manusia di Desa Bukit Raya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. (Dok. Polres Kuansing)

RIAU ONLINE, KUANTAN SINGINGI - Aparat kepolisian dari Polsek Singingi Hilir bersama Satreskrim Polres Kuantan Singingi (Kuansing) tengah menyelidiki penemuan kerangka manusia di Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Kerangka manusia tersebut ditemukan di Desa Bukit Raya, Rabu, 4 Maret 2026.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Hidayat Perdana melalui Kapolsek Singingi Hilir Iptu Alferdo Krisnata Kaban mengatakan, pihak kepolisian menerima laporan dari pihak perusahaan pada Rabu dini hari sekitar pukul 00.10 WIB. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari Polsek Singingi Hilir dan Satreskrim Polres Kuansing langsung turun ke lokasi pada pukul 10.00 WIB untuk melakukan pengecekan serta olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Setelah menerima laporan dari pihak perusahaan, kami bersama Satreskrim Polres Kuansing langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP serta mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di sekitar lokasi penemuan," ujar Iptu Alferdo, Kamis, 5 Maret 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penemuan kerangka manusia itu bermula pada Selasa, 3 Maret 2026 sekitar pukul 17.30 WIB. Saat itu, seorang pekerja perkebunan bernama Dedi Sumardin Laia bersama 17 pekerja lainnya tengah melakukan kegiatan pembersihan gulma di area tersebut sejak pukul 10.00 WIB hingga 16.30 WIB.

Setelah menyelesaikan pekerjaan, sekitar pukul 17.00 WIB salah seorang pekerja bernama Palisbet menemukan tulang belulang manusia yang berserakan di sekitar lokasi kerja. Tulang-tulang tersebut berada tidak jauh dari aliran sungai kecil di kawasan perkebunan.

Mengetahui temuan tersebut, para pekerja kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak manajemen perusahaan. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian.


Pada malam harinya, pihak perusahaan melakukan pengecekan awal ke lokasi penemuan. Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan satu unit sepeda motor jenis Suzuki Smash tanpa nomor polisi yang terparkir di areal perkebunan.

Kondisi sepeda motor tersebut dalam keadaan rantai tergembok dan kepala busi telah dicabut. Sementara itu, kerangka manusia ditemukan berserakan dengan jarak sekitar 300 meter dari kendaraan tersebut.

Selain sepeda motor, di sekitar lokasi juga ditemukan beberapa barang lain, di antaranya papan asbuk yang biasa digunakan dalam aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) serta satu helai pakaian.

Dari hasil identifikasi awal dan keterangan saksi berinisial SM (33), sepeda motor yang ditemukan diduga kuat merupakan milik seorang warga Desa Bukit Raya berinisial T (47). Pria tersebut sebelumnya telah dilaporkan hilang ke Polsek Singingi Hilir pada 18 Februari 2026.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa yang bersangkutan tidak pulang ke rumah sejak Februari 2026. Berdasarkan keterangan keluarga, sehari-hari T diketahui bekerja sebagai pendulang emas dengan lokasi kerja yang sering berpindah-pindah di kawasan sekitar.

Iptu Alferdo Krisnata Kaban menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan sejumlah langkah penanganan awal, termasuk memasang garis polisi di lokasi kejadian, mengamankan barang bukti, serta menghubungi keluarga yang diduga terkait dengan temuan tersebut.

Selain itu, kerangka tengkorak manusia yang ditemukan di lokasi juga telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan autopsi serta pemeriksaan forensik lebih lanjut.

"Kerangka tengkorak manusia sudah kami kirim ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan forensik guna memastikan identitas korban serta mengetahui penyebab kematiannya," jelas Iptu Alferdo.

Ia menegaskan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, serta sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait penemuan tersebut hingga hasil resmi dari pemeriksaan forensik keluar.

"Saat ini penyelidikan masih terus berjalan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terlebih dahulu sampai hasil pemeriksaan forensik resmi diumumkan," pungkasnya.

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Kuantan Singingi bersama Polsek Singingi Hilir masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut guna mengungkap secara pasti penyebab kematian serta memastikan identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan perkebunan tersebut.