APKASINDO Kalbar Bahas Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk Sawit

APKASINDO-Kalbar-Bahas-Pengendalian-Ganoderma-dan-Kumbang-Tanduk-Sawit.jpg
APKASINDO menggelar workshop bagi petani sawit di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Sabtu, 23 Mei 2026. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PONTIANAK – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) menggelar pertemuan petani sawit se-Kalimantan Barat (Kalbar) melalui workshop bertajuk “Pemberdayaan Petani Sawit dalam Pengendalian Ganoderma dan Kumbang Tanduk untuk Keberlanjutan Perkebunan Sawit” di Universitas Tanjungpura, Pontianak, Sabtu, 23 Mei 2026.

Kegiatan yang mendapat dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) tersebut difokuskan pada upaya menjaga keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat, stabilitas harga tandan buah segar (TBS) petani, serta penguatan kemitraan koperasi petani kelapa sawit.

Workshop dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, akademisi, unsur Forkopimda, pelaku industri sawit, hingga ratusan petani sawit dari berbagai daerah di Kalbar.



Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Ignasius IK, turut hadir bersama Wakil Rektor Universitas Tanjungpura, R.M. Rustamaji, perwakilan BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan, GAPKI Kalbar, hingga stakeholder industri sawit lainnya.

Ketua Umum DPP APKASINDO, Gulat Medali Emas Manurung, dalam sambutannya menyoroti ancaman penyakit Ganoderma dan serangan kumbang tanduk yang dinilai menjadi persoalan serius bagi keberlangs