Subsidi Energi Diprediksi akan Bengkak Hingga Rp100 Triliun Tahun Ini

Menteri-Purbaya5.jpg
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa (Liputan6.com/Tira)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Subsidi energi diprediksi akan membengkak antara Rp90-Rp100 triliun imbas kenaikan Harga minyak dunia akibat eskalasi perang antara AS-Israel dan Iran.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, angka ini hanya anggaran tambahan untuk subsidi energi. Sedangkan tambahan untuk kompensasi PT Pertamina (Persero) masih dihitung.

"Rp90 triliun sampai Rp100 triliun, subsidi kan kompensasi lain lagi," kata Purbaya, dikutip dari Kumparan, Rabu, 1 April 2026.


Purbaya menjelaskan, untuk APBN 2026, pemerintah telah menganggarkan Rp210,1 triliun untuk subsidi energi yang meliputi BBM, listrik, dan LPG 3 kg.

Purbaya menyebut, tambahan anggaran subsidi energi berasal dari penghematan anggaran kementerian dan lembaga. Sementara Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun baru akan digunakan jika kondisi fiskal benar-benar genting.

"Ada penghematan sedikit-sedikit di sana sini. Kita melakukan penghematan tahap 1, tahap 2, tahap 3 di belanja kementerian lembaga yang tidak terlalu jelas. Dan kalau kepepet, saya punya SAL sekarang naik Rp420 triliun," paparnya.