RIAU ONLINE, JAKARTA - Perum Bulog pastikan stok beras nasional saat ini cukup untuk kebutuhan masyarakat aman hingga akhir tahun. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, Rabu, 18 Maret 2026.
Rizal juga mengimbau agar masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar terkait ketersediaan pangan.
"Untuk stok beras per hari ini sudah 4,2 juta ton beras. Jadi, saya juga menyampaikan imbauan kepada seluruh masyarakat," kata Rizal, dikutip dari Kumparan.
Rizal mengatakan, stok yang ada saat ini mampu mencukupi kebutuhan hingga beberapa bulan ke depan, termasuk menghadapi momentum konsumsi tinggi. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir dan melakukan panic buying.
"Tidak perlu panic buying dengan perkembangan situasi dan lain sebagainya. Isu-isu yang tidak negatif itu jangan didengarkan. Karena stok kita cukup banyak dan ini bisa meng-cover sampai nanti akhir tahun," jelasnya.
Selain beras, Bulog juga mendapat penugasan untuk mendistribusikan minyak goreng rakyat, MinyaKita. Penyaluran dilakukan secara rutin setiap bulan guna menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar.
"Dan untuk minyak kita, sesuai dengan Permendag, Bulog itu per bulan mendapat sekitar 43.000 kiloliter untuk disalurkan kepada seluruh masyarakat," katanya.
Bulog juga memastikan fokus penyaluran pangan, termasuk minyak goreng, diarahkan untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri. Stabilitas harga menjadi prioritas utama pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Di sisi lain, penyerapan gabah dari petani terus menunjukkan progres positif. Hingga saat ini, realisasi serapan telah mencapai lebih dari seperempat dari target tahunan.
"Kalau gabah, saya laporkan serapan gabah sampai dengan hari ini, ini sudah mencapai 28 persen dari total serapan 4 juta ton. Jadi, sekarang sudah 1,38 juta ton," ungkapnya.
Ia optimistis target penyerapan gabah sebesar 4 juta ton dapat tercapai sesuai jadwal, yakni pada pertengahan tahun. Capaian ini didukung oleh sinergi berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga hingga aparat di daerah.

