Konflik Timur Tengah Memanas, Prabowo Kaji WFH dan Pengurangan Hari Kerja

Prabowo-Minta-Kementerian-Pastikan-Mudik-Lebaran-2026-Aman-dan-Nyaman.jpg
Presiden RI, Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna Kesiapan Hari Raya Idulfitri 1447 hijiriah/2026 Masehi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2026. (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan penerapan kerja dari rumah atau Work from Home (WFH) dan pengurangan hari kerja dalam merespon eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Prabowo menyebut perkembangan situasi di kawasan Eropa dan Timur Tengah berpotensi memengaruhi harga energi dunia, termasuk BBM yang pada akhirnya juga berdampak pada harga pangan.

"Kita menghadapi perkembangan global di kawasan Eropa dan Timur Tengah. Hal ini tentunya memberi dampak kepada kita karena akan memengaruhi harga BBM," kata Prabowo, dikutip dari Suara.com, Sabtu, 14 Maret 2026.

"Harga BBM juga bisa memengaruhi harga makanan," imbuh Presiden.

Prabowo menambahkan, perlu disiapkan Langkah antisipatif dalam menghadapi kemungkinan tekanan pada sektor energi.

Oleh karena itu, pemerintah  telah mengamankan sejumlah aspek fundamental, terutama terkait ketahanan pangan. 

Prabowo juga menekankan bahwa penghematan konsumsi BBM perlu menjadi perhatian bersama. Selain itu, menurutnya Indonesia sebaiknya tidak merasa terlalu aman tanpa melakukan langkah pengendalian dan antisipasi dalam menghadapi berbagai kemungkinan.


"Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif. Artinya, kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM," ujarnya. 

"Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun yang terjadi kita aman. Kita bersyukur kita aman, tetapi kita juga harus tetap berupaya mengurangi konsumsi BBM kita," tambah Prabowo.

Sebagai perbandingan, dia menyinggung langkah yang diambil beberapa negara dalam menghadapi potensi krisis energi. Misalnya, Pakistan yang menerapkan sejumlah kebijakan penghematan secara ketat.

"Mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah, untuk semua kantor pemerintah maupun swasta. 50 persen bekerja dari rumah, kemudian hari kerja mereka dipotong menjadi hanya empat hari," kata Prabowo.

Selain itu, tambah dia, pemerintah Pakistan juga melakukan pengurangan gaji pejabat negara, memotong penggunaan BBM kendaraan pemerintah, dan menghentikan berbagai belanja negara yang dianggap tidak mendesak.

Meski begitu, Prabowo menegaskan bahwa contoh tersebut hanya menjadi bahan kajian bagi pemerintah Indonesia. Nantinya, pemerintah disebut akan membahas berbagai opsi efisiensi bersama para menteri dan kepala lembaga.

lebih lanjut, Prabowo menambahkan pengalaman saat pandemi Covid-19 menunjukkan bahwa pola kerja dari rumah mampu mengurangi mobilitas, kemacetan, serta konsumsi energi dalam jumlah besar.

"Nah, jadi ini saya minta dibicarakan nanti. Dulu kita atasi COVID, dan kita berhasil. Kita mampu banyak bekerja dari rumah dengan efisien. Artinya, kita menghemat BBM dalam jumlah yang sangat besar," terangnya.

Untuk itu, Prabowo meminta seluruh jajaran pemerintah mempersiapkan berbagai skenario sebagai langkah antisipasi jika situasi global memburuk.

"Kita tidak panik, tetapi kita juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling buruk," pungkasnya.