Mentan Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan 2026

mentan-Andi-Amran2.jpg
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. (ANTARA/Harianto)

RIAU ONLINE, JAKARTA - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran Sulaiman pastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman menjelang ramadan dan lebaran 2026.

Amran menjelaskan, sembilan komoditas strategis dalam posisi surplus produksi, berdasarkan neraca pangan hingga April 2026.

Adapun Sembilan komoditas tersebut antara lain beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

"Produksi kita tinggi, stok kita banyak. Yang swasembada pangan kita sudah sembilan, yang belum ada tiga," kata Amran, dikutip dari KUMPARAN, Senin, 16 Februari 2026.

Amran menuturkan, surplus produksi tersebut menjadi bantalan kuat untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen jelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. 

Untuk itu, seluruh pelaku usaha diminta tidak menjual komoditas di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.


"Nah, yang tiga (belum swasembada) ini pun stoknya banyak. Jadi tidak boleh ada main-main," ujar Amran.

Amran mencontohkan stok beras nasional saat ini mencapai 3,4 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah. Dua kali lipat dari kondisi normal yang berkisar 1-1,5 juta ton. 

Pemerintah juga menyiapkan cadangan SPHP sebesar 1,5 juta ton dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram sebagai instrumen stabilisasi.

Ketersediaan daging dan komoditas protein hewani lainnya juga berada pada level aman, bahkan sebagian telah memasuki pasar ekspor.

"Tidak ada alasan beras naik. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah. Minyak goreng kita produsen terbesar dunia, stok pemerintah 700 ribu ton, harga maksimal Rp.15.700. Daging ayam Harga Acuan Pembeliannya Rp.40.000, daging sapi Rp.140.000," ujar Amran.

Untuk awal 2026, BPS juga mencatat potensi produksi yang masih menjanjikan. Pada periode Januari-Maret 2026, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 17,65 juta ton GKG atau mengalami peningkatan 2,41 juta ton GKG (naik 15,80 persen) jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk memastikan kebijakan harga berjalan efektif di lapangan, pemerintah memastikan pengawasan stok dan distribusi akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, serta Satgas Pangan untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri.

"Kalau ada yang mencoba menaikkan harga, pemerintah bersama Satgas Pangan akan menindak tegas. Pengawasan difokuskan pada sumber distribusi besar, bukan pedagang kecil. Yang diperiksa adalah pabrik, distributor utama, dan rantai pasok hulunya," ungkap Amran.