Prabowo Perintahkan Kementan Tingkatkan Produksi Telur untuk Stabilkan Harga

telur-rebus.jpg
Ilustrasi telur (istimewa)

RIAU ONLINE - Presiden Prabowo Subianto perintahkan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman untuk meningkatkan produksi telur agar harga telur di pasaran stabil dan pasokan telur untuk program Makan Bergizi (MBG) tetap dapat terpenuhi.

Amran mengatakan, untuk menindaklanjuti instruksi presiden tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi bersama Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) pada Rabu, 19 November 2025.

"Mereka (Pinsar) bersedia menyiapkan telur untuk MBG dan cukup. Mereka sepakat meningkatkan produksi dan harga kita jaga, jangan melewati HET yang sudah ditentukan oleh pemerintah," kata Amran, dikutip dari KUMPARAN.

"Ini adalah capaian luar biasa, ini adalah perintah Bapak Presiden tadi malam," imbuhnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga telur ayam ras pada pekan kedua November 2025 sudah berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP). Secara umum harga telur ayam ras pada pekan kedua November 2025 berdasarkan data BPS memang naik 0,32 persen dibanding Oktober 2025. 


Harga rata-rata telur ayam ras secara nasional saat ini ada pada angka Rp 31.646 per kg atau sudah berada di atas HAP Konsumen yang berada pada angka Rp 30.000 per kg.

Meski begitu, Amran yakin harga tersebut bisa kembali stabil karena adanya penurunan harga Day Old Chick (DOC).

"Ini kan ada kenaikan (harga) telur sedikit, jangan dibesar-besarin sedikit, Rp 30.000 lebih sedikit. Mudah-mudahan ke depan dalam waktu singkat itu turun. Kenapa? Ini yang memproduksi DOC itu harganya turun dari Rp 14.000 turun menjadi Rp 11.500 maksimal," terangnya.

Selain telur, Amran juga mendorong produksi daging ayam. Peningkatan produksi untuk telur ditarget bisa meningkat sebesar 0,7 ton, sementara daging ayam ditarget bisa meningkat 1,1 juta ton. Nantinya, peningkatan tersebut digunakan untuk mendukung MBG.

"Tambahannya membutuhkan 0,7 ribu ton telur, ayam 1,1 juta. Tapi kita secara bertahap penuhi dan untuk sampai 3-5 bulan ke depan, teman-teman pinsar masih bisa ya?. Kita (Kementan) hanya kawal mereka, kita jaga mereka," tuturnya.

Dengan peningkatan produksi tersebut, Amran menuturkan dampak baiknya tak hanya akan dialami oleh peternak, tetapi juga oleh petani jagung yang memproduksi pakan ternak. Ia memproyeksi dengan peningkatan produksi maka orang yang terlibat dalam produksi bisa meningkat 4 kali lipat.

"Inilah yang disebut ekonomi Pancasila. Menggerakkan ekonomi kecil, dan menggerakkan semua orang. Bayangkan petani jagung itu 5 juta (orang), peternak, 3,7 juta. Ini menggerakkan kurang lebih 9 juta. 9 juta orang yang bergerak kalau dikali 4, katakanlah 10 juta, itu 40 juta orang kita angkat derajatnya," pungkasnya.