RIAU ONLINE - United States Food and Drug Administration (FDA) menyetujui empat laboratorium di Indonesia untuk dapat melakukan pengujian Cesium-137 (Cs-137) pada udang.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil KKP, Ishartini menuturkan, hal ini sebagai upaya sertifikasi bebas Cesium-137 pada produk udang Indonesia yang akan dipasarkan ke Amerika Serikat (AS).
"Kemarin kami telah menerima approval dari FDA terdapat empat laboratorium, dari beberapa yang kami ajukan," kata Ishartini, dikutip dari KUMPARAN, Sabtu, 15 November 2025.
"Laboratorium ini memiliki kapasitas dan kompeten melakukan pengujian Cs-137 pada udang untuk mendukung layanan sertifikasi bebas Cs-137," imbuhnya.
Ishartini mengungkapkan, AS memberlakukan kebijakan penyertaan HC pada produk ekspor udang, khususnya yang berasal dari Jawa dan Lampung sejak 31 Oktober lalu.
Sementara itu, penerbitan HC Mutu hanya bisa dikeluarkan oleh Badan Mutu KKP selaku CE yang diakui FDA.
Ishartini menjelaskan, proses penerbitan HC mencakup scanning dan pengujian bebas Cs-137 dengan validasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selaku otoritas nuklir.
"Pengujian bebas Cs-137 pada udang sebagai salah satu prasyarat ekspor ke AS saat ini dapat dilakukan di 4 laboratorium yaitu BRIN, BAPETEN, ALYPZ, dan SGS Vietnam," paparnya.
Ishartini menekankan KKP terus berkoordinasi dengan FDA dan instansi terkait di dalam negeri seperti BRIN, Bapeten, Bea Cukai serta Kementerian dan Lembaga lainnya untuk dapat memberikan pelayanan prima sertifikasi bebas Cs-137. Hal ini bertujuan untuk mendorong kapasitas ekspor dan dapat diterimanya produk udang Indonesia di AS.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa quality assurance merupakan salah satu modal utama dalam fasilitasi perdagangan. Menurutnya, KKP selain sebagai pemangku kepentingan kelautan dan perikanan juga berkontribusi sebagai economic tools yang mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya melalui kinerja ekspor.

