Ekonom Nilai Target Prabowo APBN Tanpa Defisit 2027 Tak Realistis Saat Ini

Presiden-Prabowo-di-Pekanbaru1.jpg
Presiden Prabowo Subianto menyapa masyarakat Riau. (Istimewa)

RIAU ONLINE - Pakar Ekonomi menilai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tanpa defisit pada 2027 atau 2028 sulit diwujudkan dalam kondisi fiskal saat ini.

Hal ini disampaikan Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, Senin, 18 Agustus 2025. Menurutnya, APBN justru seharusnya digunakan untuk mendorong pertumbuhan dan pemerataan, meski berujung pada defisit.

"Asal defisit tersebut masih di level yang sehat sekitar 2 persen dan pemerintah dapat me-manage utang yang menjadi pendanaan defisit, maka defisit bukanlah isu besar,," tutur Wija, dikutip dari KUMPARAN.

Wija mengungkapkan, hanya segelintir negara kaya sumber daya dan berpenduduk sedikit yang konsisten mencatat surplus. Mayoritas negara di dunia justru mengalami defisit.


Negara-negara yang membukukan surplus APBN tersebut antara lain adalah UEA, Brunei, Norwegia, Qatar, Kuwait, dan Libya.

Sebelumnya, Prabowo dalam pidato Nota Keuangan 2026 memaparkan rancangan postur APBN di hadapan MPR dan DPR. Pemerintah menargetkan belanja negara mencapai Rp 3.786,5 triliun dengan pendapatan Rp 3.147,7 triliun, sehingga defisitnya Rp 638,8 triliun atau 2,48 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menegaskan komitmennya untuk melakukan efisiensi sekaligus mengurangi defisit secara bertahap. Bahkan ia menaruh harapan besar agar dalam dua tahun ke depan APBN bisa benar-benar seimbang.

"Dan adalah harapan saya, adalah cita-cita saya untuk suatu saat, apakah dalam 2027 atau 2028, saya ingin berdiri di depan majelis ini, di podium ini untuk menyampaikan bahwa kita berhasil punya APBN yang tidak ada defisitnya sama sekali," kata Prabowo.