RIAU ONLINE - Kementerian Sosial (Kemensos) akan mengkaji usulan Sekolah Rakyat sebagai lembaga pendidikan inklusif yang juga menjangkau anak-anak penyandang disabilitas.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan, pihaknya akan mempelajari usulan ini bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) selaku bagian dari tim formatur Sekolah Rakyat.
"Kami akan belajar, akan berdiskusi dengan semua pihak untuk menindaklanjuti usulan ini. Ini masih tahap awal ya," kata Saifullah, dikutip dari ANTARA, Jumat, 8 Agustus 2025.
Saifullah menambahkan, 9.700 siswa di 100 titik Sekolah Rakyat yang berjalan saat ini sudah ada sejumlah penyandang disabilitas yang bergabung.
"Contohnya Sekolah Rakyat di Lamongan, dan juga ada di Cibinong Jawa Barat misalnya, sudah ada anak-anak yang diterima dengan disabilitas intelektual," ujarnya.
Sebelumnya, Perkumpulan Orang Tua Anak Disabilitas Indonesia (Portadin) mengusulkan agar minimal lima persen dari Sekolah Rakyat diperkuat sebagai sekolah inklusif agar penyandang disabilitas memperoleh layanan pendidikan yang setara di lingkungan sosialnya sendiri. (ANTARA)

