Habib Rizieq Shihab: Tim Medis Sarankan Mengkarantina Diri

Habib-Rizieq-Shihab9.jpg
(Front TV)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Habib Rizieq Shibab meminta agar melaksanakan protokol kesehatan saat menghadiri Reuni 212 secara virtual. Dalam sambutannya, Rizieq meminta maaf kepada seluruh tokoh karena tidak bisa menemui mereka karena masih dalam masa observasi untuk menjaga kesehatannya. 

"Saya berkali-kali sampaikan jaga protokol kesehatan sampai ribuan laskar tidak bisa mencegah. Akhirnya tim medis menyarankan baik COVID-19 atau tidak COVID-19, dalam situasi crowded ya seharusnya mengkarantina diri," kata Rizieq, Rabu 2 Desember 2020.


Sebagaimana diketahui, Rizieq telah menjalani swab test yang difasilitasi MER-C. Meski demikian, ia tidak mau mengungkapkan hasil tesnya karena takut dipolitisasi. 

MER-C juga tidak mau menyerahkan hasil swab Rizieq ke Satgas COVID-19. Padahal, hasil swab harus diserahkan ke Satgas COVID-19 untuk mempermudah tracing. 
Habib Rizieq: Tim Medis Menyarankan Harus Mengkarantina Diri (1)

Meski menyebut dirinya menjalani isolasi mandiri, namun ia duduk berdekatan dengan Ketua FPI DKI Habib Husien Alatas dan menantunya Habib Hanif Alatas. 
Ia juga menyebut seluruh tamu yang datang ke rumahnya sudah disediakan fasilitas rapid test dan swab antigen. Semua tamu yang datang ke rumahnya, kata dia, akan diperiksa dengan swab antigen. 

"Jangan lupa menjaga jarak, protokol kesehatan. Kita juga ngobrol tapi dengan jarak yang dibatasi. Yang positif kita arahkan ke MER-C," tuturnya. 

Lebih lanjut, Rizieq meminta maaf kepada masyarakat atas kerumunan di Bandara Soetta, Petamburan, Tebet, dan Megamendung. Untuk mencegah kerumunan, ia dan FPI memutuskan untuk tidak menggelar pertemuan ke daerah-daerah sampai pandemi berakhir. 

"Protokol kesehatan itu akhlak juga. Kita serukan kepada masyarakat ayo kita jaga protokol kesehatan, sering-sering cuci tangan, dan saya ajak semua dengan revolusi akhlak kita pandang pandemi agar bisa wabah ini diangkat oleh Allah, dan juga banyak istigfar, kita tingkatkan ketaqwaan," pungkasnya. Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com