Brukk! Bupati Halmahera Timur Terjatuh saat Pidato dan Meninggal

Muhdin-Mabud3.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, MABA-Kabar dukacita datang dari Halmahera Timur.

Putra terbaiknya, sekaligus bupati Halmahera Tiur, Muhdin Ma'bud meninggal dunia pada Jumat 4 September 2020.

Ia ambruk ditengah-tengah orasinya di hadapan rakyat Halmahera usai mendaftarkan diri di KPU untuk Pilkada mendatang.

Video rekaman ambruknya Muhdin Ma'bud pun viral di sosial media.

Saat itu, ia menyampaikan orasinya di hadapan masyarakat.

"Untuk selanjutnya kami akan serahkan kepada generasi-generasi," kata almarhum seperti yang terekam dalam video yang dibagikan akun Facebook Kosong Toedju.

Muhdin yang saat itu mengenakan kemeja putih kembali melantangkan suaranya untuk membakar semangat para pendukung yang sudah menunggunya.

"Pondasi pembangunan negeri ini harus kokoh harus tangguh!" kata Bupati yang menjabat sejak Maret lalu tersebut.

 Belum sempat ia menyelesaikan pidatonya, Muhdin tiba-tiba terdiam dan ambruk di atas podium.

Detik - detik Bupati Halmahera Timur Ambruk dan Meninggal saat Orasi

Bupati Halmahera Timur (Haltim) Muhdin Ma’bud meninggal dunia usai mendaftar di KPU setempat. [Facebook/Kosong Toedju]

 

Para warga berteriak melihat ambruknya sang Bupati di hadapan mereka.

Muhdin kemudian dikabarkan meninggal pada pukul 16.00 WIB.

Bupati Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara, Muhdin Ma’bud meninggal dunia setelah mendaftar di KPU di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Haltim.

Muhdin sejatinya akan berjuang di Pilkada 2020 mendatang berpasangan dengan Anjas Taher diusung oleh Partai Golkar.

Muhdin merupakan Wakil Bupati Haltim pada periode 2010-2015 dan 2016-2020.

Pada Maret, ia dilantik menjadi Bupati Haltim menggantikan Rudy Erawan yang tersangkut kasus suap dan divonis 4,5 tahun penjara.

Pada Pilkada 2020 ini, Muhdin memutuskan berpasangan dengan Anjas.

Keduanya diusung oleh Partai Hanura, Partai Golkar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia.

Artikel ini sudah terbit di Suara.com