Pedagang Perempuan Mengamuk hingga Angkat Besi Pembatas Jalan

Pedagang-ngamuk.jpg
((Instagram/@ndorobeii))

RIAU ONLINE, PADANG-Seorang ibu nekat mengangkat pembatas jalan yang tengah dijaga oleh petugas. Aksi tersebut tentu saja bikin geleng-geleng dan videonya menjadi viral. Tindakn tersebut  diduga terjadi karena penerapan aturan PSBB di sebuah pasar di Payakumbuh, Sumatera Barat.

Tampak dari rekaman yang beredar, perempuan bergamis hitam itu menyeret pembatas jalan hingga terjatuh di aspal karena saking emosinya. Ia tak mempedulikan sejumlah petugas yang berjaga di balik pembatas jalan


Tak berselang lama, aksi ibu-ibu tersebut disambut oleh kerumunan massa dari sesama pedagang yang berhamburan ke jalan. Mereka turut menyeret pembatas jalan sembari meneriakkan protes ke petugas.

Video Ibu-ibu Murka Sampai Angkat Pembatas Jalan, Publik: Ngeri Banget!

Pedagang ngamuk sampai angkat pembatas di Pasar Payakumbuh, Sumatera Barat. (Instagram/@ndorobeii)

Sementara warga yang lain di lokasi kejadian tampak mengabadikan kerusuhan tersebut dengan kamera ponsel. Insiden itu salah satunya dibagikan lewat unggahan video akun Instagram @ndorobeii, Jumat 22 Mei 2020.

Tak pelak, warganet yang menyaksikan video itupun dibuat keheranan. Tak sedikit dari mereka menyoroti ulah ibu-ibu yang nekat mengangkat pembatas jalan hingga memberikan beragam komentar.

"Kelakuan gak sesuai sama pakaian. Emak-emak pakai gamis tapi barbar. Syu*** kejungkal," kata @Iyns.**.

"Ngeri banget," timpal @najwa****.


Sementara akun @dafd*** berkomentar, "Semoga diberi hidayah oleh Tuhan..dah capek liat yang ginian. Cuma nambah dosa".

Klarifikasi Pihak Berwajib

Terkait insiden tersebut, Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan memberikan klarifikasi, seperti yang terlihat dalam unggahan akun @infosumbar.

Dony menuturkan, kerusuhan di Pasar Payakumbuh disebabkan oleh adanya miskomunikasi antara pedagang dan petugas Covid-19 yang berjaga di sekitar lokasi.

Bermula dari seorang petugas yang berjaga di depan tugu Adipura melarang pedagang berjualan di bawah kanopi lantaran lokasi tersebut hendak dikhususkan untuk area parkir.

"Hingga akhirnya menyebabkan pedagang kaki lima (PKL) ini mengajak rekan-rekannya mengangkat besi pembatas," kata Dony seperti dikutip Suara.com, Sabtu 23 Mei 2020.

Sesuai aturan, kata Dony, baik pedagang maupun pembeli diwajibkan melewati check point sebelum memasuki pasar demi mengurangi penyebaran virus corona.


Petugas covid-19 lantas berusaha menertibkan sejumlah titik di area pasar. Namun pada pelaksanaannya karena ada miskomunikasi malah memicu kerusuhan seperti pada Jumat 22 Mei 2020 pukul 16.30 WIB.

Tak lama setelah kejadian, Dony dan sejumlah pihak berwenang lantas melakukan mediasi kepada para pedagang.

"Malam ini, kita sepakati kembali ke skenario awal yang diterapkan. Kesepakatannya akses masuk ke pasar kanopi kita tutup pakai pagar besi," imbuhnya.

Pedagang Minta Maaf

Sementara dalam video lainnya, tampak seorang perempuan yang menjadi perwakilan pedagang pasar Payakumbuh menyampaikan permohonan maaf ke publik lantaran telah bertindak anarkis.

Ia juga menegaskan bahwa insiden yang terjadi murni karena adanya miskomunikasi antara pedagang dan petugas Covid.19.

"Saya atas nama pedagang kuliner malam. Mungkin karena terjadinya miskomunikasi atau salah sangka dari petugas dan kami pedagang. Kami dari pedagang kuliner malam minta maaf, karena telah menarik pembatas jalan. Bukan kami melawan petugas tapi karena misscommunication antara petugas dan pedagang," ucapnya.

Artikel ini sudah terbit di Suara.com