Jangan Asal Pakai, Ini Penggunaan Masker yang Benar Menurut WHO

Tutorial-pemakaian-masker-yang-benar.jpg
(Aditia Noviansyah/kumparan)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, vaksin untuk novel coronavirus belum tersedia. Karena itu, masyarakat diimbau melakukan upaya proteksi diri, seperti menjaga kebersihan tangan dan memakai masker.


Soal masker, ada tata cara dalam mengenakannya. Tidak boleh asal, tidak boleh sembarang. WHO bahkan punya standarnya soal pemakaian masker.
Seto Wing dari Hong Kong University membagikan tutorial pakai masker dengan baik dan benar sesuai standar WHO. Berikut tipsnya, sebagaimana dikutip Bloomberg!

 Cara menggunakan masker


Sebelum dikenakan, kalian harus bisa membedakan mana lapisan bagian luar dan dalam masker, termasuk sisi atas dan bawahnya.
Masker dengan lapisan berwarna biru atau hijau merupakan bagian luar. Lapisan ini bersifat tahan air.

Sementara lapisan berwarna putih harus dipakai di bagian dalam, karena ia bisa menyerap air. Cairan batuk atau bersin dari mulut dan hidung pengguna akan terserap lapisan dalam masker.
Sisi masker yang memiliki selubung pita tebal merupakan bagian atas dengan fungsi untuk mengaitkannya ke hidung pengguna. Sisi seberangnya adalah bagian bawah masker.

Cara Pasang Masker

- Pasang masker dengan posisi lapisan biru atau hijau di bagian luar, dan lapisan putih di bagian dalam yang menyentuh mulut dan hidung.
- Kaitkan karet di sisi kiri dan kanan masker ke masing-masing telinga.

Cara menggunakan masker
- Bagian atas masker, yang ada selubung pita tebal, ditekuk untuk bisa tersangkut di puncak hidung.
- Setelah masker bagian atas dalam kondisi rapat, tarik masker bagian bawah hingga ke bagian bawah dagu untuk menutupi hidung dan mulut pengguna.
Cara membuang masker sama penting dengan cara memakainya. Usai dipakai, selalu asumsikan bahwa masker dalam keadaan kotor atau sudah terkontaminasi kuman.
Karena itu, lepas masker dengan menarik kedua pengaitnya dari telinga, tanpa menyentuh kain masker yang menutupi mulut dan hidung. Buang masker bekas ke tempat sampah, lalu cuci tangan dengan air bersih dan sabun.

Jenis Masker
Untuk mencegah penularan virus corona, tak semua jenis masker bisa digunakan. Menurut laporan The Straits Times, para ahli dan Departemen Kesehatan di Singapura menyarankan masker bedah atau surgical mask sebagai jenis masker paling tepat untuk mencegah penularan coronavirus.

lasannya, karakteristik masker bedah dapat mengurangi penularan virus dan lebih praktis dalam penggunaannya. Tipe kain pada masker bedah dapat memblokir tetesan partikel berukuran besar serta percikan cairan yang berasal dari mulut dan hidung pemakainya.


"Untuk penggunaan umum, jika mereka sakit, kami imbau untuk menggunakan surgical mask, bukan N95," ungkap Koh Peng Keng, Direktur Operasi Departemen Kesehatan Singapura pada 24 Januari lalu.


Sementara masker tipe N95 tidak direkomendasikan. Sebab, fungsinya bukan untuk mencegah penularan penyakit, melainkan menyaring partikel udara. Masker N95 lebih tepat digunakan untuk melindungi diri dari polusi udara dan kabut asap.

Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com