Tips Menghindari Kerusakan Mobil setelah Terendam Banjir

Mobil-terendam-air.jpg
(Muhammad Ikbal/kumparan)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Banjir yang 'menyerang' DKI Jakarta tidak hanya membuat rumah warga terendam, tetapi juga bikin kenderaan milik warga terendam.


Salah satunya di Pondok Aren, Tangerang Selatan. Di pemukiman padat penduduk ini banjir awalnya berupa genangan, kemudian bertahap naik semakin tinggi menutupi ban mobil, hingga akhirnya setinggi kap mesin.


Hal ini tentu berdampak pada kondisi mobil yang diparkirkan di garasi rumah. Apabila tidak sempat mengevakuasikannya dan terlanjur terendam, setidaknya ada beberapa hal pertolongan pertama yang harus diterapkan, supaya nantinya mobil bisa dipakai lagi. Berikut ulasannya.


1. Putuskan sistem kelistrikan
Hal pertama ujar Agus Mustafa, penggawa bengkel AGS Matik adalah putuskan sistem kelistrikan mobil. Mudahnya dengan membuka kap mesin, kemudian lepas penghubung kabel plus dan minus pada aki untuk menghindari korsleting.


"Ini yang prioritas, takutnya air masuk ke dalam mesin nantinya malah fatal," tuturnya saat dihubungi kumparan.


2. Lepaskan rem tangan

Selanjutnya, rilis rem parkir atau dalam artian jangan aktifkan rem parkir untuk menghindari kampas rem menempel dengan pelat tromol atau cakram. 
Sebagai gantinya, untuk mobil manual amankan dengan memasukkan gigi 1 dan matik tetap posisikan transmisi pada P.


3. Sempatkan ambil gambar
Tak kalah penting kata Agus, jika situasi memungkinkan, sempatkan untuk mengambil gambar dari berbagai sisi keadaan mobil hingga interior yang terendam banjir. 
Hal ini berguna sebagai bukti dan penguat ketika mengajukan klaim kerusakan akibat banjir ke pihak asuransi.

4. Jangan hidupkan mesin sampai kendaraan kering
Hal lain yang perlu diperhatikan juga adalah, jangan coba-coba hidupkan mesin apabila banjir mulai surut. Papar Agus, paling sebentar biarkan mobil mengering dalam waktu 24 jam. 

"Jika mobil terendam hampir di seluruh bagian kendaraan, terlebih jika sudah air sudah sampai ke bagian dashboard, jangan sampai hidupkan mesin," terangnya.


Ini berkaitan dengan water hammer yang menyebabkan mesin jebol. Kondisi ini di mana adanya tekanan berlebih pada ruang mesin. 

Karena saat dinyalakan, kemudian air masuk ke mesin lewat lubang asupan udara, kerja mesin akan lebih berat. Piston akan memukul air yang masuk ke dalam ruang bakar dalam jumlah yang banyak. Pada tekanan berlebih inilah membuat setang piston bengkok dan mesin jebol. 

5. Cek pelumas mesin 
Terakhir, cek kondisi pelumas mesin melalui dipstick, guna melihat jejak air pada sistem lubrikasi. Apabila ada, maka ingat lagi jangan sampai hidupkan mesin.


"Warnanya juga bisa dicek, kalau oli mesin mobil tidak tercampur air warnanya akan kuning (kehitaman). Kalau tercampur dengan air warnanya jadi putih dan agak berbusa," jelas Agus.

Atrtikel ini sudah terbit di Kumpran.com