Pesawat Asing Bawa Bantuan, Ditolak Mendarat di Palu

Evakuasi-korban-gempa-Palu.jpg

RIAUONLINE, JAKARTA - Presiden Joko Widodo memang telah mengizinkan bantuan internasional masuk untuk korban gempa tsunami di Palu dan Donggala, Sulteng. Namun, tak semua bantuan tersebut diterima.

Seperti hari ini, Senin 1 Oktober 2018, Kementerian Perhubungan mengaku telah menolak permintaan pendaratan dari satu penerbangan internasional yang mengantarkan bantuan di Bandara Palu.

Hal ini seiring sikap selektif yang diterapkan pemerintah dalam menerima bantuan internasional untuk bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala.

Baca juga:

10 Negara, Termasuk China dan AS Antre Mau Bantu Gempa Palu

Presiden Izinkan Bantuan Internasional Masuk ke Palu

"Karena pengalaman saat bencana tsunami Aceh dulu, kami memang batasi penerbangan internasional karena isunya sangat sensitif, padahal kami masih bisa mengatasi segalanya dari dalam negeri," ujar Direktur Bandar Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubugan Polana B. Pramesti di kantornya.

Ia mengaku tak ingat asal pesawat yang sudah meminta izin untuk mendarat di Palu. Namun, ia memastikan bahwa penerbangan itu hanya izin mengirimkan bantuan saja.

"Saya lupa, dari Perancis atau apa. Tapi yang pasti mereka mau deploy, mau memberikan bantuan," imbuh dia.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan pemerintah akan memberikan izin bagi pesawat internasional yang mau mendaratkan bantuan di Palu.
Asal, bantuan sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Luar Negeri dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara.

"Kalau diminta berikan izin, tentu akan kami persilakan hal tersebut. Kami sudah terbiasa untuk berkoordinasi dengan lembaga terkait mengenai hal itu," ucap dia.

Tulisan ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul "Satu Pesawat Asing Bawa Bantuan Ditolak Mendarat di Palu"

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id