Aktual, Independen dan Terpercaya


BNPT Ungkap 5 Ciri Orang Terpapar Radikalisme

Terorisme.jpg
(Internet)


RIAU ONLINE - Seluruh perguruan tinggin negeri maupun swasta berpotensi terpapar radikalisme. Hal ini diungkapkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) . BNPT sudah melakukan pemantauan penyebaran radikalisme di seluruh lembaga pendidikan.

Kasubdit Bina Masyarakat, Direktorat Deradikalisasi BNPT Solihudin Nasution menyatakan BNPT tidak menyebut radikalisme itu sudah masuk di tingkat pendidikan mana dan pihaknya juga tidak bisa menyebut secara rinci, sebab lembaganya tidak punya kewenangan menyampaikan kepada publik.

"Intelijen internal BNPT sejak lama sudah melakukan pemantauan dan penelitian terhadap gerakan kelompok radikal tersebut dan berdasarkan data, penyebaran radikalisme ini sudah masuk di dunia pendidikan," katanya, seperti dilansir dari Suara.com, jaringan RIAUONLINE.CO.ID, Kamis, 27 September 2018.

"Untuk tingkat perguruan tinggi, semua memiliki potensi sama untuk disusupi paham radikalisme tersebut dan biasanya orang yang terpapar radikalisme dipengaruhi faktor ekonomi, kedangkalan keilmuan, ketidakpuasan, dendam, dan empati yang tinggi," lanjutnya.

Solihudin juga enggan menyebutkan perguruan tinggi yang mahasiswanya terdeteksi masuk radikalisme dan sudah disusupi kelompok-kelompok aliran radikal tersebut melalui kelompok pengajian mahasiswa.

"Saya mengimbau kepada civitas academica untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap kegiatan-kegiatan mahasiswa, khususnya kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan, karena biasanya mahasiswa yang masih mencari jati diri mudah terpapar doktrin radikalisme," katanya.

Sementara itu, mantan teroris Sofyan Tsauri mengatakan bahwa teman-temannya dan mentornya dalam ajaran radikal sudah menyebar ke kampus-kampus sehingga pemerintah harus membuat regulasi yang tegas untuk melindungi sektor pendidikan dari ajaran radikal tersebut.

"Seharusnya pemerintah yang mempunyai regulasi terhadap lembaga pendidikan, kemudian menanamkan nilai-nilai pendidikan sejak dini sehingga dapat melindungi sektor pendidikan dari masuknya kelompok intoleransi itu," katanya.

Sofyan Tsauri juga mengingatkan kepada mahasiswa yang merupakan target penyebaran paham radikalisme dan terorisme agar hati-hati tawaran berkedok kegiatan mengaji sehingga jangan sampai hanya ikut mengaji atau daurah sebulan atau 2 bulan berani berfatwa.

"Ciri-ciri kelompok yang patut dicurigai sebagai kelompok radikalisme dan terorisme, yakni eksklusif, intoleran, sering melakukan nikah tanpa wali, mudah mengafirkan kelompok lain, bahkan enggan salat di masjid yang bukan masjid kelompoknya, termasuk dalam melakukan salat Jumat," ujarnya. 

Berita ini sudah tayang di Suara.com, dengan judul 5 Ciri Orang yang Terpapar Radikalisme versi BNPT

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id