Diduga, Ini Penyebab Kematian Harimau di Kuansing

harimau-mati-terjerat-di-kuansing.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)


RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Suharyono menduga kematian seekor harimau di Kabupaten Kuansing dikarenakan adanya sling atau jerat yang menempel di badan hewan berjenis kelamin betina ini.

Dikatakan Suharyono, sebelum mati harimau ini mencoba untuk bergerak terus dan meronta karena ada sling di badannya, sehingga menjadi lemas dan akhirnya mati tergantung.

"Jaraknya 100 meter dari lokasi jerat, tapi posisi matinya ada di jurang sehingga kami sulit menemukannya," ungkap Suharyono, Kamis, 27 September 2018.

Ditambahkan Suharyono, jerat yang menempel di badan Harimau ini adalah jerat besi yang cukup kuat, bukan jerat nilon.

"Dia masih satu rangkaian dengan jerat nilon di lokasi terjeratnya, tapi yang menempel di badannya kita bisa lihat adalah jerat besi," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Harimau itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di perbatasan Desa Muara Lembu dan Pangkalan Indarung, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Rabu 26 September 2018 siang tadi.

Kepala BBKSDA Riau, Suharyono menjelaskan harimau betina dewasa yang dalam kondisi mengandung itu ditemukan mati setelah sehari sebelumnya dipastikan menjadi korban jerat liar milik masyarakat.

Baca Juga Seekor Harimau Sumatera Mati Terjerat Tali Nilon di Kuansing

"Kami sangat menyayangkan dengan kejadian ini. Apalagi harimau itu siap untuk melahirkan," katanya.

Haryono mengatakan bahwa harimau itu sebelumnya sempat ditemukan warga dalam kondisi terjerat pada Selasa siang kemarin. Tim BBKSDA Riau yang mendapat informasi tersebut langsung menerjunkan tim.

"Tim kita lengkap, hingga ke petugas medis," ujarnya.

Namun, sebelum dilakukan evakuasi oleh petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, si raja hutan itu lepas dari jeratan.

"Pada saat tim tiba di lokasi, harimau sumatera sudah lepas dari jeratan yang terbuat dari tali nilon," ujarnya.

Dia menyampaikan, awalnya anggota Polisi Hutan (Polhut) Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Riau menemukan seekor harimau sumatera terjerat di hutan didekat perbatasan Desa Muara Lembu dengan Desa Pangkalan Indarung.

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE 

Follow Twitter @red_riauonline

Subscribe Channel Youtube Riau Online

Follow Instagram riauonline.co.id