20 Personil Polres Kampar Dikerahkan Padamkan Api

Kebakaran-Lahan-di-Bukit-Cadika-Bangkinang.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/ISTIMEWA)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Kepolisian Resor (Polres) Kampar mengerahkan 20 personilnya guna membantu memadamkan api yang melalap hutan di Bukit Cadika, Kecamatan Bangkinang Kota, Sabtu (11/7/2015) malam. 

 

"Sedikitnya 20 personil dikerahkan padamkan api," kata Kepala Polres Kampar, Ajun Komisaris Besar Ery Apriyono, kepada RIAUONLINE.CO.ID, melalui pesan singkat, Minggu (12/7/2015)

 

Menurut Ery, kebakaran lahan itu terjadi sekitar pukul 15.00 sore hari kemarin. Namun belum diketahui persis berapa luas lahan yang hangus dilalap api. 

 

(Baca Juga: Bukit Cadika Bangkinang Membara

 

Sebanyak 20 personil dari Polres Kampar dikerahkan memadamkan api. Upaya petugas taklukan si jago merah sedikit membuahkan hasil, sekira pukul 04.00 pagi ini, api berangsur padam. "Api sudah mulai sedikit padam," katanya.

 

Ery mengaku, belum mengaetahui persis penyebab terbakarnya hutan Bukit Cadika, di Kecamatan Bangkinang Kota, Kampar. Polisi masih melakukan penyelidikan penyebab terbakarnya hutan yang kerap kali digunakan untuk bumi perkemahan itu. "Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan," katanya. 

 

(Baca Juga: Kebakaran Hutan Bukit Cadika Berangsur Padam

 

Sebelumnya, hamparan hutan di Bukit Candikia, tepatnya di belakang Kantor Bupati Kampar lama, Sabtu (11/7/2015) malam, habis dilalap si jago merah. Api mulai membesar sejak sore hari.

 

Informasi dari warga sekitar dihimpun RIAUONLINE.CO.ID, mengatakan, api terus meluas sehingga membakar lahan perkebunan kelapa sawit dan lahan kosong di Jalan Lingkar, Bangkinang Kota.

 

(Baca Juga: Polres Kampar Masih Selidiki Asal Api

 

Kebakaran baru ditangani pemadam kebakaran sekitar pukul 21.30 WIB. Ketika itu, lahan yang sudah habis terbakar diperkirakan lebih dari lima hektare. Hutan yang terbakar disebut lahan milik pemerintah daerah.

 

Pasalnya, lahan tersebut selama ini digunakan sebagai bumi perkemahan bagi anak-anak Pramuka. Apalagi, lokasi kebakaran itu merupakan kawasan berdekatan dengan gedung lama bupati Kampar, sekitar 50 meter.

 

“Kebakaran mulai terlihat sejak sore hari, Cuma karena tak ada petugas yang memadamkan, api terus hidup dan membesar hingga malam ini. Apalagi jarak antara permukiman dan tempat kebakaran lumayan jauh, jadi tak ada satupun warga mau madamkan apinya,” kata mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Riau, Said Muhammad Faisal, yang menyaksikan kebakaran lahan tersebut.

 

Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline