RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kepala Rutan Pekanbaru, Erwin Siregar, bersama jajaran pejabat struktural turun langsung melaksanakan panen selada hidroponik di area pembinaan kemandirian, Sabtu, 7 November 2026. Hal ini sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru.
Panen tersebut menjadi bukti bahwa lingkungan pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat menjalani masa pidana, tetapi juga dapat menjadi ruang produktif untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata.
Salah satunya melalui pemanfaatan lahan terbatas menjadi area pertanian hidroponik. Dengan menggunakan sistem hidroponik, budidaya selada dilakukan secara efektif dan efisien tanpa membutuhkan lahan pertanian yang luas.
Kepala Rutan Kelas I Pekanbaru, Erwin Siregar, mengatakan bahwa program ketahanan pangan melalui pertanian hidroponik memiliki manfaat ganda. Selain menghasilkan produk pangan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembentukan keterampilan dan kemandirian bagi warga binaan.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan juga mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan produktif,” tuturnya.
Selain menghasilkan sayuran segar dan berkualitas, program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Rutan Pekanbaru dalam memperkuat ketahanan pangan. Menariknya, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil panen.
Warga binaan turut dilibatkan secara langsung dalam setiap tahapan budidaya, mulai dari proses penyemaian benih, penanaman, perawatan tanaman, hingga akhirnya memasuki masa panen.
Keterlibatan warga binaan ini menjadi bagian penting dari program pembinaan kemandirian.
Mereka diberikan kesempatan untuk mempelajari teknik pertanian modern sekaligus memperoleh pengalaman praktis yang dapat dikembangkan menjadi keterampilan produktif setelah menyelesaikan masa pidana.
"Tidak hanya sekadar mengikuti pembinaan, tetapi mereka juga mendapatkan keterampilan yang nantinya bisa menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat," ujar Erwin.
Menurutnya, pembinaan melalui sektor pertanian perlu terus dikembangkan karena memiliki peluang untuk menjadi salah satu bidang usaha yang dapat ditekuni warga binaan setelah bebas nanti.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program hidroponik tidak berhenti ketika warga binaan menjalani masa pembinaan di dalam rutan.
Sebaliknya, ilmu tersebut diharapkan dapat diterapkan secara mandiri sehingga membuka peluang usaha dan membantu meningkatkan perekonomian mereka.
"Program ini juga merupakan bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan nasional," jelasnya.
Selain itu, kegiatan tersebut sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong optimalisasi pembinaan warga binaan melalui kegiatan produktif, pemberdayaan, dan pengembangan keterampilan.
"Melalui panen selada hidroponik ini, Rutan Kelas I Pekanbaru berupaya menghadirkan pola pembinaan yang lebih bermanfaat dan berkelanjutan," tegas Erwin.
Hasilnya bukan hanya sayuran segar yang dapat dimanfaatkan, melainkan juga tumbuhnya semangat kemandirian, tanggung jawab, serta keterampilan baru bagi warga binaan.
"Dengan demikian, program ketahanan pangan di lingkungan Rutan Pekanbaru diharapkan mampu memberikan manfaat dari dua sisi sekaligus, yakni mendukung ketersediaan pangan dan mempersiapkan warga binaan agar lebih siap menjalani kehidupan yang produktif ketika kembali ke masyarakat," pungkasnya.

