RIAU ONLINE, SIAK - Kecelakaan lalu lintas maut yang melibatkan mobil Toyota Land Cruiser dan tiga sepeda motor terjadi di Jalan Raya Perawang KM 10, Kampung Perawang Barat, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, Rabu, 28 Oktober 2026 lalu.
Insiden tragis tersebut merenggut nyawa seorang siswi bernama Alwi Mufid (16), sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka.
Pengemudi mobil Toyota Land Cruiser bernomor polisi BM 151 AK berinisial DK (49), yang diduga merupakan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Siak, kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh Satlantas Polres Siak.
Hasil pemeriksaan sementara kepolisian mengungkapkan, kecelakaan diduga terjadi akibat pengemudi kehilangan konsentrasi saat berkendara karena melakukan aktivitas menggunakan telepon seluler (ponsel).
Kasat Lantas Polres Siak AKP Siswoyo mengatakan, berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi pengemudi dalam keadaan baik. Polisi juga telah melakukan tes urine terhadap DK dan hasilnya dinyatakan negatif.
“Untuk sementara, hasil pemeriksaan yang bersangkutan hilang konsentrasi akibat aktivitasnya menggunakan HP,” kata AKP Siswoyo, Jumat, 30 Oktober 2026.
Meski demikian, Siswoyo menegaskan bahwa DK belum ditetapkan sebagai tersangka. Hingga saat ini, statusnya masih sebagai terperiksa dan penyidik masih mendalami rangkaian peristiwa kecelakaan tersebut.
"Masih terperiksa, Pak. Hari ini kami lakukan gelar perkara," ujarnya.
Berdasarkan laporan awal kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, Toyota Land Cruiser yang dikemudikan DK melaju dari arah Perawang menuju Minas.
Setibanya di Jalan Raya Perawang KM 10, tepatnya di Kampung Perawang Barat, mobil tersebut diduga bergerak ke sisi kanan jalan.
Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju tiga sepeda motor yang masing-masing dikendarai atau ditumpangi para pelajar.
Ketiga kendaraan tersebut yakni Honda Vario bernomor polisi BM 5471 SAE, Honda Beat BM 2925 ZAT, serta satu unit Honda Beat tanpa nomor polisi.
Jarak antarkendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras mengakibatkan para pengendara dan penumpang sepeda motor terjatuh dan mengalami luka-luka.
Nahas, Alwi Mufid (16), salah seorang siswi SMA yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut, meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara empat korban lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan penanganan medis.
Dalam penanganan awal, polisi kemudian mengamankan DK di Polsek Tualang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
AKP Siswoyo sebelumnya membenarkan bahwa pengemudi telah diamankan dan proses penanganan kecelakaan terus berjalan.
"Untuk pengemudi, sudah diamankan di Polsek Tualang,” ungkapnya.
Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Sedikitnya dua orang saksi telah dimintai keterangan guna membantu mengungkap kronologi dan penyebab kecelakaan.
Petugas Satlantas Polres Siak turut melakukan olah TKP, mengecek kondisi korban, mencatat keterangan saksi, serta mengamankan kendaraan dan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Ironisnya, kecelakaan maut yang melibatkan para pelajar tersebut terjadi ketika Polda Riau tengah melaksanakan Operasi Patuh Lancang Kuning 2026.
Operasi kepolisian yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan di jalan raya.

