KWT Melati Binaan Pertamina EP Lirik Olah Singkong dan Sampah jadi Cuan

KWT-Melati-Binaan-Pertamina-EP-Lirik-Olah-Singkong-dan-Sampah-jadi-Cuan.jpg
Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati binaan Pertamina EP Lirik di Desa Lambang Sari V, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. (Winda Turnip/Riau Online)

RIAU ONLINE, INDRAGIRI HULU - Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati yang berada di Desa Lambang Sari V, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau membuktikan bahwa kemandirian ekonomi dan kesuksesan dalam berwirausaha mampu diraih dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar lingkungan rumah. 

Melalui pembinaan Pertamina EP Lirik dalam Program Kampung Iklim (Proklim), yang telah berjalan sejak tahun 2023, usaha keripik KWT Melati yang telah dibangun satu tahun sebelumnya mulai mendapatkan dukungan untuk membangun merk dengan kemasan yang menarik.

Ketua KWT Melati Desa Lambang Sari V Sri Wiji Rahayu Ningsih mengatakan, produksi Keripik Ubi Ibu dimulai dari memanfaatkan lahan kosong untuk dijadikan sebagai lading penanaman ubi kayu atau singkong. Hasil panennya kemudian diolah sebagai keripik, yang seluruh pengelolaannya dilakukan dengan kerjasama para wanita yang tergabung dalam KWT Melati.

“Keripik ubi ini adalah usaha KWT Melati yang seluruh prosesnya dilakukan dengan kerjasama para anggota KWT Melati. Mulai dari mengolah ladang, menanam ubi dan mengelola ubi yang sudah dipanen hingga menjadi keripik dan siap dijual,” ujarnya saat berdialog Bersama Riauonline.

Dalam hal ini, Pertamina EP juga melakukan rangkaian pelatihan sekaligus sebagai sponsor untuk memperkuat usaha KWT Melati hingga dapat menjadi ladang cuan bagi anggota-anggotanya. Produk Keripik Ubi Ibu ini telah masuk ke pasar lokal hingga menjadi oleh-oleh bagi warga lokal yang akan bepergian ke luar daerah dan luar negeri.

Disamping melatih para wanita untuk berwirausaha, Pertamina EP Lirik juga mendorong KWT Melati sebagai penggerak warga di Desa Lambang Sari V untuk mengelola sampah organik menjadi pupuk kompos melalui metode biopori (lubang resapan biopori). Selain mengolah sampah rumah tangga seperti sisa sayuran, makanan dan sampah dedaunan menjadi pupuk, bipori ini juga membantu memperbesar daya serap air hujan dan mencegah banjir.


Dengan mulai beroperasinya Bank Sampah Delima di Desa Lambang Sari V pada awal Oktober 2026, KWT Melati juga mulai menghimpun para ibu rumah tangga untuk memilah sampah dan mengumpulkannya berdasarkan jenisnya. Pasalnya, sejumlah jenis sampah seperti botol, plastik, dan kardus bisa di jual melalui bank sampah ini.

Manajer Pertamina EP Lirik Lukman Arif mengatakan pengadaan bank sampah ini merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah daerah dalam upaya-upaya penanganan dan pengelolaan sampah. Melalui Proklim, Pertamina juga akan melakukan pendampingan agar warga di Desa Lambang Sari memiliki budaya hidup bersih dan disiplin memilah dan mengolah sampah.

“Kami berupaya membudayakan perilaku hidup bersih dan disiplin menangani sampah. Mulai dari level rumah tangga, kami ingin agar warga desa binaan dalam Proklim naik level. Bukan hanya tahu cara membuang sampah di tempatnya, tetapi juga mengelola sampah organik, dan memilah sampah nonorganik sesuai jenisnnya hingga menjadikannya sebagai sesuatu yang bisa meningkatkan ekonomi warga,” jelasnya.

Lukman menjelaskan, pembinaan yang dilakukan kepada KWT Melati dan warga Desa Lambang Sari V diharapkan dapat berjalan berkesinambungan. Sehingga dimasa depan, Desa Lambang Sari bisa menjadi percontohan bagi warga desa sekitarnya dalam hal menjaga dan mengelola lingkungan.

“Tentunya kami berharap agar program yang sudah kami gelar di Desa Lambang Sari dapat terus berjalan secara mandiri dimasa depan. Sehingga, warga desa ini bisa menjadi contoh dan membina desa-desa disekitarnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Lambang Sari Safrizal mengatakan bank sampah ini adalah motivasi bagi warga untuk membudayakan hidup bersih. Rencananya, bank sampah ini akan berkolaborasi dengan pengelola bank sampah di Kota Pekanbaru.

“Sementara ini akan kumpulkan dulu sampah yang diantarkan oleh warga, kita akan cari pembeli dan rencananya berkolaborasi dengan Kota Pekanbaru. Saat ini, KWT Melati sudah melakukan penyuluhan kepada para warga agar sampahnya dipilah dan dikumpulkan untuk diantar ke bank sampah. Alhamdulillah para warga sangat antusias,” jelasnya.

Safrizal menilai Pertamina EP Lirik melalui Proklimnya telah banyak memberikan perubahan kepada warga Desa Lambang Sari V. Pihaknya juga optimis program ini akan membawa perubahan nyata dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mewujudkan ketahanan pangan serta kesejahteraan ekonomi bagi warganya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) Elpahri Adha menyampaikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu berharap Proklim yang dijalankan oleh Pertamina EP Lirik ini dapat terus berlangsuung untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Inhu. Pihaknya juga mendorong komitmen masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup.

“Kami sangat berharap pembinaan yang dilakukan Pertamina EP Lirik melalui Proklim ini, dapat terus berjalan dan memberikan perubahan positif yang nyata di tengah masyarakat. Kami juga akan berkoordinasi agar bank sampah ini bisa beroperasi diseluruh desa di Inhu dan KWT melati bisa menjadi contoh roda penggerak kepada masyarakat,” pungkasnya.