RIAU ONLINE, JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) jadikan Akademi Keluarga Indonesia untuk menyiapkan generasi muda dalam menghadapi masa depan yang membentuk karakter dan nilai kehidupan kelompok remaja.
Mendukbangga Wihaji menuturkan, hal ini sejalan dengan pentingnya keluarga dalam membentuk kualitas generasi masa depan, pihaknya lantas menghadirkan Akademi Keluarga Indonesia sebagai platform pembelajaran bagi remaja usia 10–24 tahun yang belum menikah.
“Bagi Kemendukbangga/BKKBN, keluarga adalah unit terkecil dan terendah di sebuah negara. Maka kalau mau memperbaiki negara, perbaiki keluarganya,” ujar Wihaji, dikutip dari ANTARA, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Program ini, kata dia, mengintegrasikan PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), Sekolah Siaga Kependudukan, dan Genre (Generasi Berencana) melalui empat pilar, yakni Karakter dan Kesiapan Berkeluarga, Ekologi Kependudukan, Literasi dan Etika Digital, serta Optimalisasi Bonus Demografi.
Ia menambahkan ketahanan keluarga juga menjadi fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen.
Di tengah perubahan peradaban digital, menyiapkan generasi muda membutuhkan lebih dari sekadar bekal pendidikan dan karier, namun juga kesiapan menjalani kehidupan.
Menteri Wihaji pun menyoroti penggunaan telepon seluler selama 8–10 jam sehari yang turut memengaruhi pola pikir dan perilaku remaja, termasuk kesehatan mental.
Karena itu, pembekalan generasi muda perlu mencakup kemampuan memahami diri, menghadapi perubahan, dan membangun masa depan dengan cara yang baru.
“Tatanan kita sekarang sudah beda. Sekarang bukan lagi siap kerja, lebih dari itu, yakni siap hidup,” tegas Wihaji.
Melalui Akademi Keluarga Indonesia, Kemendukbangga/BKKBN mendorong remaja membangun karakter, memahami dinamika kehidupan, serta memiliki harapan dan kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Wihaji berharap peserta dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman sebaya agar semakin banyak generasi muda memperoleh manfaat pembelajaran ini.
Dengan sinergi pemerintah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan dunia usaha, Akademi Keluarga Indonesia diharapkan dapat menjadi gerakan bersama dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh dan berkualitas. (ANTARA)

