PCR Kukuhkan 575 Wisudawan pada 25 Tahun Perjalanan Pendidikan Vokasi

PCR-Kukuhkan-575-Wisudawan-pada-25-Tahun-Perjalanan-Pendidikan-Vokasi.jpg
Wisuda ke-23 Politeknik Caltex Riau (PCR) pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Hall Gedung Serba Guna (GSG) PCR. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Politeknik Caltex Riau (PCR) kembali menggelar Wisuda ke-23 pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Hall Gedung Serba Guna (GSG) PCR. Sebanyak 575 wisudawan resmi dikukuhkan, terdiri dari 558 lulusan Program Sarjana Terapan (D4) dan 17 lulusan Program Magister Terapan (S2).

Wisuda tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan perayaan Silver Anniversary atau 25 tahun perjalanan PCR dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi. Momentum ini menjadi penanda komitmen PCR untuk terus menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja serta tantangan pembangunan di masa depan.

Dengan tambahan 575 lulusan tersebut, hingga 2026 PCR telah melahirkan total 7.280 alumni yang kini tersebar dan berkarya di berbagai sektor, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Bagi PCR, alumni merupakan karya utama institusi sekaligus duta kampus yang membawa visi, misi, dan nilai-nilai PCR ke tengah masyarakat.

Dari sisi capaian akademik, persentase lulusan tepat waktu pada tahun ini mencapai 80 persen. Program Sarjana Terapan mencatatkan IPK rata-rata 3,51 dengan IPK tertinggi 3,97. 

Sementara itu, Program Magister Terapan mencatatkan IPK rata-rata 3,79 dengan IPK tertinggi sempurna, yakni 4,00. 

Dari total wisudawan tahun ini, sebanyak 125 wisudawan berasal dari Program Beasiswa yang ada di Politeknik Caltex Riau diantaranya adalah Beasiswa YPCR dan KIP, Beasiswa Bakti Negeri Pemprov Riau, Beasiswa Prestasi Pemprov Riau, Beasiswa Kota Dumai, Beasiswa Pemkab Rohil, serta Beasiswa Afirmasi dari Bank Syariah Indonesia.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Politeknik Chevron Riau (YPCR), Prof. Dr. Muhammad Nazir Karim, M.A., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas pencapaian akademik yang telah diraih. Ia menegaskan bahwa gelar yang diperoleh bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Menurutnya, pendidikan vokasi di PCR dirancang untuk membentuk lulusan yang mampu menyelesaikan persoalan nyata, bukan sekadar mencari pekerjaan. Integrasi kurikulum dengan kebutuhan industri, pengalaman magang, serta proyek akhir yang berangkat dari permasalahan di lapangan menjadi bekal penting bagi lulusan untuk memasuki dunia profesional.

“Gelar Sarjana Terapan dan Magister Terapan yang Saudara sandang hari ini bukanlah garis finis, melainkan bukti bahwa Saudara telah ditempa untuk menjadi problem solver di tengah masyarakat, bukan sekadar job seeker. Saudara membawa DNA PCR, yaitu kompeten, berkarakter, agamis, dan siap kerja,” ujarnya.

Ia juga mengajak para lulusan untuk mengambil peran strategis dalam mendorong Indonesia menjadi bangsa yang maju dan berdaya saing, termasuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah atau middle income trap. 


Untuk itu, ia menekankan tiga kunci transformasi, yakni membangun pola pikir berorientasi masa depan, menjadi pembelajar sepanjang hayat, serta memperkuat kompetensi, karakter, dan integritas.

Sementara itu, Ketua Umum YPCR, Ir. Akson Brahmantyo, mengatakan bahwa wisuda tahun ini memiliki makna khusus karena tidak hanya melepas 575 lulusan, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan 25 tahun perjalanan PCR.

Ia mengibaratkan para lulusan PCR sebagai silver bullet, istilah yang dalam kajian strategi merujuk pada solusi bernilai tinggi untuk menjawab tantangan kompleks. Menurutnya, selama 25 tahun, PCR telah melahirkan ribuan lulusan yang berkiprah di industri nasional maupun multinasional.

“Pada maraton perjalanan ke-25 ini, PCR dengan bangga melepas apa yang kami sebut sebagai silver bullet. Hari ini, 575 lulusan terbaru kami siap mengambil peran dalam menjawab tantangan hilirisasi, transformasi digital, dan transisi energi,” ungkapnya.

Direktur PCR, Dr. Erwin Setyo Nugroho, S.T., M.Eng., dalam sambutannya menyampaikan sejumlah pesan kepada para lulusan sebagai bekal memasuki fase kehidupan berikutnya. 

Ia mengajak wisudawan untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dan menjadi bagian dari Provinsi Riau yang terus berkembang sebagai pusat pergerakan barang dan jasa, inovasi energi hijau, serta ekonomi digital.

Ia juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia sekaligus memutus mata rantai kemiskinan. Dengan semakin dekatnya Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045, para lulusan diharapkan mampu mengambil peran sebagai generasi yang berkontribusi dalam persaingan global.

Selain kompetensi dan pengetahuan, Erwin mengingatkan bahwa sikap dan karakter merupakan fondasi penting yang harus terus diperkuat. Lulusan masa kini tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan digital, tetapi juga perlu mengembangkan kecerdasan ekologis dan etis.

“Di era ketika informasi dan jawaban dapat dihasilkan oleh kecerdasan buatan dalam hitungan detik, kemampuan untuk bertanya, memverifikasi informasi, berempati, dan menjunjung etika menjadi pembeda utama. Berpikir kritis yang disertai rasa hormat akan melahirkan kreativitas dan inovasi. Karena itu, teruslah belajar agar tetap relevan, kompetitif, dan dibutuhkan kapan pun dan di mana pun Saudara berkarya,” pesannya.

PCR Apresiasi Pemuncak Wisuda

Pada Wisuda ke-23 ini, PCR juga memberikan apresiasi kepada para pemuncak wisuda dari berbagai program studi atas capaian akademik yang diraih selama menempuh pendidikan.

Dari Program Sarjana Terapan, Siti Fairuza dari Program Studi Akuntansi Perpajakan meraih IPK 3,90. Fadhil Parmata dari Program Studi Sistem Informasi meraih IPK 3,94, sedangkan Zahra Athalia Fitri dari Program Studi Teknik Elektronika Telekomunikasi mencatatkan IPK 3,93.

Pemuncak wisuda dengan IPK 3,97 diraih oleh Kelly Angeline dari Program Studi Teknik Informatika.

Prestasi akademik juga diraih Pingka Maidita dari Program Studi Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi dengan IPK 3,93; Asiyah Dwi Septiani dari Program Studi Teknologi Rekayasa Komputer dengan IPK 3,90; Derrick Ricky dari Program Studi Teknologi Rekayasa Mekatronika dengan IPK 3,88; serta M. Nauval Habibi dari Program Studi Teknologi Rekayasa Sistem Elektronika dengan IPK 3,92. Jois Mardian dari Program Studi Teknik Listrik. serta, Bima Adelpo Perdana dari Program Studi Teknik Mesin meraih IPK 3,86.

Sementara itu, dari Program Magister Terapan Teknik Komputer, Muhammad Wahyudi berhasil meraih IPK sempurna 4,00.

Capaian para pemuncak wisuda tersebut menjadi bukti dedikasi dan kerja keras mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan di PCR. Prestasi ini sekaligus diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi dan meraih hasil terbaik.

Melalui momentum wisuda sekaligus perayaan 25 tahun perjalanan institusi, PCR berharap para lulusan mampu membawa nilai-nilai almamater, mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan, serta menghadirkan solusi dan dampak positif bagi masyarakat, industri, dan bangsa.