RIAU ONLINE, PEKANBARU – Sebaran titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera melonjak hingga 5.983 titik berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga pukul 23.00 WIB, Selasa, 15 September 2026. Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi, mencapai 4.169 titik.
Data tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Pekanbaru, Putri Santy, dalam informasi prakiraan cuaca dan titik panas Provinsi Riau untuk Rabu, 16 September 2026 pagi.
Selain Sumatera Selatan, jumlah titik panas tinggi juga terdeteksi di sejumlah provinsi lainnya. Jambi tercatat memiliki 735 titik, Bangka Belitung 446 titik, Lampung 378 titik, Bengkulu 74 titik, dan Sumatera Barat 46 titik. Sementara itu, Riau mencatat 115 titik panas.
"Sebaran titik panas di Riau paling banyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu dengan 84 titik," kata Putri.
Berdasarkan pemantauan BMKG, titik panas di Riau juga tersebar di Indragiri Hilir sebanyak 16 titik, Kuantan Singingi 6 titik, Pelalawan 5 titik, Rokan Hilir 2 titik, serta Rokan Hulu dan Kota Dumai masing-masing 1 titik.
Untuk wilayah Sumatera lainnya, BMKG mendeteksi titik panas di Sumatera Utara sebanyak 14 titik, Aceh satu titik, dan Kepulauan Riau lima titik.
Tingginya sebaran titik panas di sejumlah wilayah Sumatera terjadi bersamaan dengan kondisi udara kabur di beberapa wilayah Riau.
BMKG memperkirakan kondisi udara kabur akibat asap masih berpotensi terjadi sepanjang Rabu. Pada pagi hingga siang hari, cuaca Riau diprakirakan didominasi udara kabur hingga berawan.
Kondisi tersebut berpotensi berlanjut pada sore hingga malam hari, dengan udara kabur hingga cerah berawan. Memasuki dini hari, udara kabur hingga berawan juga masih berpeluang terjadi.
Meski demikian, hujan ringan diprakirakan turun di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti pada dini hari.
"Berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke) yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang," ujar Putri.
Untuk kondisi meteorologis lainnya, BMKG memprakirakan suhu udara di Riau berada pada kisaran 23 hingga 34 derajat Celcius, dengan kelembapan udara 50 hingga 97 persen.
Sementara itu, angin diprakirakan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan mencapai 10 hingga 40 kilometer per jam.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena sebaran titik panas dalam jumlah besar di sejumlah wilayah Sumatera masih berpotensi berkontribusi terhadap kekaburan udara di Riau, terutama ketika kondisi atmosfer mendukung penyebaran asap.

