Dikepung 115 Titik Panas, Udara Kabur Masih Selimuti Langit Riau

Ilustrasi-udara-kabur.jpg
Ilustrasi udara kabur (AI Gemini)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Tanah Riau kembali menyimpan cerita tentang bara yang belum sepenuhnya padam. Hingga Selasa, 15 September 2026, pukul 23.00 WIB, Badan Metoerologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 115 titik panas atau hotspot tersebar di sejumlah wilayah di provinsi ini.

Dari jumlah tersebut, Kabupaten Indragiri Hulu masih menjadi wilayah dengan sebaran titik panas terbanyak, dengan 84 titik. Angka itu jauh melampaui daerah lainnya, membuat sebagian wilayah Riau kembali berada dalam bayang-bayang potensi asap.

Prakirawan BMKG Pekanbaru Putri Santy S. menyebut titik panas juga terpantau di Indragiri Hilir tercatat 16 titik, Kuantan Singingi enam titik, Pelalawan lima titik, Rokan Hilir dua titik, serta Rokan Hulu dan Kota Dumai masing-masing satu titik.

Di tengah bertambahnya titik panas, udara kabur mulai menyelimuti sejumlah wilayah Riau, yang diperkirakan masih berlanjut sepanjang hari ini. BMKG mengingatkan adanya potensi kekaburan udara akibat asap yang dapat mengurangi jarak pandang.



"Berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke) yang dapat menyebabkan penurunan jarak pandang," kata Putri.

Sementara itu, pada pagi hingga siang, langit Riau diprakirakan berada dalam kondisi udara kabur hingga berawan. Memasuki sore dan malam, udara kabur masih berpotensi bertahan sebelum kembali berlanjut hingga dini hari.

Di tengah kondisi tersebut, hujan ringan masih berpeluang turun di sebagian wilayah Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti. Suhu udara diperkirakan 23–34 derajat Celsius dengan kelembapan 50–97 persen.

"Arah angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam," tandasnya.