RIAU ONLINE, PEKANBARU - Tim Resmob Jatanras Polda Riau bersama Unit Reskrim Polsek Binawidya membongkar jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang diduga beraksi secara berkelompok di sejumlah lokasi di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.
Dari hasil pengembangan penyidikan, polisi mengungkap sedikitnya 26 lokasi pencurian sepeda motor yang diduga melibatkan sejumlah pelaku dengan peran berbeda-beda.
Kanit Jatanras Polda Riau, Kompol Rainly L, menjelaskan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan polisi yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan oleh Tim Resmob Jatanras Polda Riau bersama Unit Reskrim Polsek Binawidya.
Penyelidikan akhirnya mengarah kepada salah seorang tersangka berinisial LH. Pelaku berhasil diamankan pada Senin, 3 Agustus 2026.
“Berdasarkan laporan polisi, kemudian Tim Resmob Jatanras Polda Riau bersama Unit Reskrim Polsek Binawidya melakukan penyelidikan hingga mengetahui keberadaan salah satu tersangka,” kata Kompol Rainly L, Rabu, 26 Agustus 2026.
Setelah LH diamankan, polisi melakukan pengembangan pada Selasa, 4 Agustus 2026. Dari pemeriksaan dan pengembangan tersebut, petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan sejumlah pelaku lainnya.
Atas perintah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Tim Resmob Jatanras Polda Riau bersama Unit Reskrim Polsek Binawidya kemudian bergerak melakukan penangkapan terhadap ketiga pelaku.
Ketiganya diamankan di sebuah wisma di kawasan Jalan Kaharuddin Nasution, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru. Keempat tersangka kemudian dibawa ke Kantor Polsek Binawidya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
Pengembangan kasus tidak berhenti pada empat tersangka tersebut. Pada hari yang sama, Selasa, 4 Agustus 2026 sekitar pukul 17.00 WIB, Kapolsek Binawidya Kompol Nusirwan menghubungi Tim Resmob Jatanras Polda Riau untuk menjemput seorang pelaku curanmor berinisial BS.
BS sebelumnya diamankan Tim Subdit Jatanras Polda Riau di sebuah arena biliar di Jalan Kuantan, Kecamatan Lima Puluh, Pekanbaru.
Kapolsek Binawidya kemudian memerintahkan PS Kanit Reskrim Iptu Martin Luther Munthe untuk menjemput BS di Posko Resmob Jatanras Polda Riau.
Dari pemeriksaan terhadap BS, polisi kembali melakukan pengembangan hingga mengarah kepada dugaan adanya jaringan penadah kendaraan hasil curian.
Pengembangan bahkan dilakukan hingga ke Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Pada Kamis, 13 Agustus 2026, Tim Resmob Jatanras Polda Riau bersama Unit Reskrim Polsek Binawidya bergerak ke Pasaman Barat untuk menelusuri informasi dari BS.
Hasilnya, polisi mengetahui keberadaan seorang terduga penadah berinisial TS. TS kemudian diamankan. Dalam penangkapan tersebut, polisi juga menyita sejumlah sepeda motor yang diduga berkaitan dengan hasil kejahatan.
“Terhadap tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Kantor Polsek Binawidya guna proses penyidikan lebih lanjut,” jelas Kompol Rainly.
Dari hasil pengembangan, polisi menemukan dugaan keterlibatan para pelaku dalam 26 aksi pencurian sepeda motor di berbagai lokasi.
Modus yang dilakukan para pelaku diduga menyasar sepeda motor yang berada di kawasan kos-kosan, rumah, jalan umum hingga sejumlah lokasi lainnya.
Berikut 26 lokasi curanmor yang berhasil diungkap:
1. Jalan Delima, Gang Tujuh, kos Didofa, Kelurahan Tobek Godang, Kecamatan Delima, Pekanbaru.
Di lokasi ini, sepeda motor Yamaha NMAX Neo warna hitam tahun 2025 dengan nomor polisi BM 3276 MAV diduga dicuri oleh BS dan LH.
2. Jalan HR Soebrantas, belakang Hotel Sabriana.
Satu unit sepeda motor Honda Beat warna abu-abu menjadi sasaran. Aksi tersebut diduga melibatkan BS, LH dan R.
3. Kos di belakang MTC Giant Panam.
Satu unit Honda Beat Deluxe diduga dicuri oleh BS, R, F dan LH.
4. Jalan Cipta Karya, dekat Sekolah Muhammadiyah 3.
Satu unit Honda Scoopy diduga menjadi target aksi BS, R dan LH.
5. Desa Rimbo Panjang, dekat Pesantren Gontor Tujuh Putri.
Polisi mengungkap pencurian satu unit Honda Beat Robot yang diduga dilakukan oleh BS, R, H dan LH.
6. Desa Kubang Raya, setelah Hotel Madina.
Satu unit Honda Beat Deluxe diduga dicuri oleh RN, HM dan F.
7. Desa Tarai Bangun, kawasan Kos Teratai Jaya.
Satu unit Yamaha NMAX warna merah menjadi sasaran. Dalam kasus ini diduga terlibat BS, R dan F.
8. Desa Kualu Dalam.
Satu unit Honda Scoopy diduga dicuri oleh BS, R, AN dan LH.
9. Jalan Kubang, depan SMA 2 Siak Hulu.
Satu unit Honda Beat Street diduga menjadi sasaran BS, F, BG dan AL.
10. Desa Rimbo Panjang.
Satu unit Honda Beat diduga dicuri oleh BS, F, BG dan R.
11. Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru.
Satu unit Honda Scoopy warna merah diduga dicuri oleh BS, F dan AL.
12. Jalan Paus, Pekanbaru.
Satu unit Yamaha NMAX warna biru diduga menjadi sasaran BS dan R.
13. Jalan Sudirman.
Satu unit Honda Scoopy warna putih diduga dicuri oleh BS, R, F dan H.
14. Jalan Parit Indah, Pekanbaru.
Satu unit Honda Beat Street diduga menjadi sasaran BS, R, F dan AL.
15. Rumbai, kawasan dekat Stadion.
Satu unit Honda CRF diduga dicuri oleh BS, AN, AL dan R.
16. Rumbai, kawasan dekat Stadion.
Di lokasi yang sama, polisi juga mengungkap pencurian satu unit Honda Beat Deluxe yang diduga melibatkan BS, AN, AL dan R.
17. Jalan Juanda.
Satu unit Honda Scoopy diduga dicuri oleh BS, F dan R.
18. Jalan Teratai, Kos SK 2.
Satu unit Honda Beat diduga menjadi sasaran BS, F dan LH.
19. Jalan Pepaya, Pekanbaru.
Satu unit Honda Scoopy diduga dicuri oleh BS, F dan HM.
20. Jalan Nangka, Pekanbaru.
Satu unit Honda Beat diduga menjadi sasaran BS, F, H dan R.
21. Jalan Kereta Api.
Satu unit Yamaha NMAX tahun 2023 warna abu-abu diduga dicuri oleh BS, R dan F.
22. Payung Sekaki, dekat Homestay King.
Satu unit Honda Beat diduga dicuri oleh BS, R, HM dan H.
23. Jalan Garuda Sakti KM 3,5, kawasan kedai harian.
Satu unit Honda Scoopy diduga menjadi sasaran BS, R dan H.
24. Jalan Riau, dekat homestay.
Satu unit Yamaha NMAX warna hitam diduga dicuri oleh BS, R, H dan F.
25. Jalan Terminal AKAP.
Satu unit Honda Beat Deluxe diduga menjadi sasaran BS, R, H dan HM.
26. Belakang Transmart.
Satu unit Honda Beat Deluxe diduga dicuri oleh BS, R dan F.
Banyaknya lokasi yang terungkap menunjukkan bahwa aksi pencurian kendaraan bermotor tersebut diduga dilakukan secara berkelompok dan tidak hanya berlangsung di satu wilayah.
Dalam sejumlah lokasi, nama pelaku yang muncul juga berbeda-beda. Ada pelaku yang diduga terlibat dalam beberapa aksi, sementara lainnya hanya disebut dalam lokasi tertentu.
Polisi kini masih melakukan pendalaman untuk memastikan peran masing-masing tersangka, termasuk dugaan pembagian tugas dalam setiap aksi pencurian serta alur kendaraan setelah berhasil dibawa dari lokasi.
Selain mengungkap para pelaku lapangan, penyidik juga menelusuri jaringan penadahan kendaraan hasil curian. Penangkapan TS di Pasaman Barat menjadi bagian dari pengembangan tersebut.
Dengan terungkapnya 26 lokasi, penyidik masih berpeluang menemukan lokasi pencurian lainnya berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para tersangka dan barang bukti yang telah diamankan.
Kompol Rainly L menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan. Polisi juga akan melakukan pencocokan terhadap kendaraan yang disita dengan laporan kehilangan masyarakat untuk memastikan keterkaitannya dengan masing-masing perkara.
"Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya Jatanras Polda Riau bersama jajaran untuk memutus rantai kejahatan curanmor, mulai dari pelaku pencurian hingga pihak yang diduga berperan sebagai penadah," pungkasnya.

