Duaempat Creative Digital Unilak Raup Untung Rp10 Juta dalam Sebulan

Duaempat-Creative-Digital-Unilak-Raup-Untung-Rp10-Juta-dalam-Sebulan.jpg
Duaempat Creative Digital Agency, agensi kreatif digital Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning (Unilak). (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU -  Program Studi Bisnis Digital Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menunjukkan implementasi nyata Outcome Based Education (OBE) melalui lahirnya Duaempat Creative Digital Agency, sebuah agensi kreatif digital yang berasal dari proyek akhir mata kuliah Media Sosial dan Komunikasi Digital. 

Menariknya, agency yang resmi diluncurkan pada Juni 2026 tersebut tidak berhenti sebagai tugas akademik, tetapi terus berkembang menjadi bisnis yang aktif melayani berbagai klien dengan capaian omzet sekitar Rp10 juta dalam satu bulan pertama.

Keberhasilan Duaempat menjadi bukti bahwa penerapan kurikulum OBE di Program Studi Bisnis Digital tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi di ruang kelas, tetapi menghasilkan outcome yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa. 

Founder Duaempat sekaligus dosen pengampu mata kuliah dan Ketua Program Studi Bisnis Digital Fasilkom Unilak, Muammar Revnu Ohara, M.I.Kom mengatakan bahwa konsep pembelajaran tersebut memang dirancang agar mahasiswa memiliki pengalaman profesional bahkan sebelum mereka menyelesaikan studi.

“Esensi Outcome Based Education adalah menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi nyata. Karena itu, kami merancang proyek perkuliahan yang tidak berhenti pada penilaian akademik, tetapi mampu menghasilkan karya yang hidup dan terus berkembang,” tutur Ohara. 

“Duaempat merupakan bukti bahwa mahasiswa mampu membangun sebuah creative agency yang benar-benar berjalan, memperoleh kepercayaan dari klien, menghasilkan pendapatan, sekaligus menjadi portofolio profesional mereka,” imbuhnya.

Melalui pendekatan Project Based Learning, setiap mahasiswa didorong untuk menghasilkan karya yang dapat terus berkembang meskipun proses perkuliahan telah selesai.

Pada mata kuliah Media Sosial dan Komunikasi Digital, mahasiswa tidak sekadar menyusun laporan atau presentasi sebagai tugas akhir. Sebaliknya, mereka diberikan tantangan untuk mendirikan sebuah creative digital agency yang memiliki identitas merek, struktur organisasi, model bisnis, layanan profesional, strategi pemasaran, hingga mampu memperoleh klien dari dunia nyata.

Hasilnya adalah Duaempat Creative Digital Agency, sebuah agency yang kini bergerak di berbagai bidang industri kreatif digital, mulai dari digital creator, digital marketing, social media management, branding, multimedia, fotografi, videografi, desain grafis, motion graphic, dokumentasi event, website development, hingga berbagai kebutuhan komunikasi digital lainnya.



Menurut Ohara, keberhasilan tersebut bukan semata diukur dari nilai omzet yang berhasil diperoleh, tetapi dari proses pembelajaran yang dialami mahasiswa. Mereka belajar membangun identitas merek, menyusun strategi pemasaran, melakukan negosiasi dengan klien, mengelola proyek, menjaga kualitas layanan, hingga mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan layaknya sebuah perusahaan profesional.

"Ketika mahasiswa lulus nanti, mereka tidak hanya membawa ijazah. Mereka sudah memiliki pengalaman menangani klien, portofolio proyek, jaringan profesional, bahkan bisnis yang telah berjalan. Inilah outcome yang ingin diwujudkan oleh kurikulum OBE di Program Studi Bisnis Digital," tambahnya.

Salah satu Co-Founder Duaempat Creative Digital Agency, Ivan Juliano Wowor, mengaku tidak pernah membayangkan bahwa proyek mata kuliah yang dikerjakan bersama timnya dapat berkembang menjadi sebuah usaha yang dipercaya berbagai pihak.

"Awalnya kami mengira ini hanya tugas akhir mata kuliah. Namun selama proses pembelajaran kami benar-benar diarahkan membangun agency seperti di dunia industri,” kata Ivan.

“Setelah launching, ternyata ada klien yang menggunakan jasa kami, baik dari internal maupun eksternal kampus. Dari situ kami belajar bagaimana menghadapi klien, menyusun penawaran, mengelola revisi, bekerja dalam tim, hingga menyelesaikan proyek sesuai standar profesional,” sambungnya.

Menurut Ivan, pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga karena mahasiswa memperoleh pengalaman industri bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan.

"Bagi kami, keberhasilan terbesar bukan hanya memperoleh pendapatan sekitar Rp10 juta dalam sebulan, tetapi mendapatkan pengalaman nyata menjalankan bisnis kreatif. Kami merasa lebih percaya diri karena sudah memiliki portofolio dan pengalaman bekerja langsung dengan klien," ujarnya.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Lancang Kuning, Dr. Yogi Yunefri, M.Kom, memberikan apresiasi terhadap inovasi pembelajaran yang dilakukan Program Studi Bisnis Digital. Menurutnya, lahirnya Duaempat merupakan contoh konkret bagaimana perguruan tinggi dapat menghasilkan lulusan yang siap menghadapi kebutuhan industri digital.

"Kami sangat mengapresiasi implementasi kurikulum Outcome Based Education yang diterapkan Program Studi Bisnis Digital. Duaempat menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi tidak harus berhenti pada teori, tetapi mampu menghasilkan karya, bisnis, dan pengalaman profesional yang berkelanjutan,” ujar Yogi. 

“Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga memiliki kemampuan menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Model pembelajaran seperti ini menjadi salah satu arah pengembangan Fakultas Ilmu Komputer dalam mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan industri,” tambah Yogi.

Saat ini Duaempat Creative Digital Agency terus dipercaya mengerjakan berbagai proyek dari lingkungan Universitas Lancang Kuning maupun mitra eksternal. Agency tersebut menjadi ruang kolaborasi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan profesional sekaligus memberikan solusi kreatif bagi berbagai kebutuhan transformasi digital.

Keberhasilan Duaempat menegaskan komitmen Program Studi Bisnis Digital Fasilkom Unilak dalam mengimplementasikan kurikulum Outcome Based Education (OBE) yang berorientasi pada dampak. 

Melalui pendekatan tersebut, setiap mata kuliah tidak hanya menghasilkan nilai akademik, tetapi juga melahirkan portofolio profesional, karya inovatif, pengalaman industri, peluang usaha, serta startup yang mampu terus berkembang setelah proses pembelajaran berakhir. 

Duaempat menjadi salah satu bukti bahwa pembelajaran di perguruan tinggi dapat menciptakan nilai ekonomi sekaligus mempersiapkan mahasiswa menjadi talenta digital yang siap bersaing di era industri kreatif.