Ricuh di DPRD Riau: Polda Selidiki Dugaan Perusakan, Rekaman CCTV Jadi Barang Bukti

Kombes-Pol-M-Hasyim-Risahondua13.jpg
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol M Hasyim Risahondua (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau mulai bergerak menyelidiki insiden kericuhan yang terjadi saat rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) di Gedung DPRD Riau, Kamis, 16 Juli 2026 lalu.

Penyelidikan dilakukan setelah Sekretariat DPRD Riau melaporkan dugaan tindak pidana perusakan yang terjadi dalam rapat tersebut.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, Kombes Pol M Hasyim Risahondua, mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai laporan polisi yang dibuat oleh Sekretariat DPRD Riau dan akan segera menindaklanjutinya.

"Kemarin, kalau tidak salah, Sekretaris Dewan sudah berkomunikasi secara lisan dengan kami. Informasinya hari Jumat mereka sudah membuat laporan polisi. Nanti akan kami cek di registrasi," ujar Kombes Hasyim, Sabtu, 18 Juli 2026.

Setelah laporan dipastikan telah teregistrasi, lanjut Hasyim, penyidik akan memulai tahapan penyelidikan dengan mengumpulkan alat bukti serta meminta keterangan dari para saksi yang berada di lokasi kejadian.

"Langkah ke depan kami melakukan penyelidikan, memeriksa para saksi yang ada di lapangan. Kalau alat bukti sudah cukup, baru kami tentukan siapa yang bertanggung jawab," jelasnya.

Polda Riau juga telah mengantongi sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) dan video dokumentasi yang merekam jalannya kericuhan. Rekaman tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam mengungkap peristiwa dan mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat.



"Pelaku maupun saksi yang berada di lokasi sudah terekam CCTV dan kamera. Nanti akan kami kembangkan sesuai fakta di lapangan," lanjut Hasyim. 

Selain mengidentifikasi para pihak yang terlibat, penyidik juga mendalami adanya dugaan tindak pidana perusakan yang terjadi selama kericuhan berlangsung.

"Ada dugaan pengrusakan dan kerusuhan. Itu yang akan kami dalami berdasarkan fakta di lapangan," tegasnya.

Sebelumnya, rapat Banggar DPRD Riau bersama TAPD yang membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025 berubah ricuh akibat adu argumen antara anggota Banggar, Indra Gunawan Eet, dengan Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ikhwan.

Perselisihan bermula ketika Indra Gunawan Eet menyinggung dugaan keterlibatan unsur pimpinan DPRD dalam pergeseran anggaran APBD Riau 2025. Pernyataan itu memicu interupsi dari Parisman Ikhwan yang merasa namanya dikaitkan.

Perdebatan pun memanas hingga keduanya saling menunjuk dan memukul meja. Situasi bahkan nyaris berujung bentrokan fisik setelah Indra Gunawan Eet disebut sempat mengangkat sebuah kursi. 

Beruntung, anggota DPRD lainnya segera melerai sehingga insiden tidak berkembang menjadi perkelahian terbuka.