Sepekan Berlalu, Polda Riau Belum Ungkap Pelaku Pemukulan Mahasiswa UMRI Saat Demo

kapolda-jenguk-mahasiswa-dipukuli.jpg
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menjenguk Muhammad Lutfi, mahasiswa yang mengalami luka saat unjuk rasa (Instagram Kapolda Riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Genap sepekan sejak insiden pemukulan terhadap seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Muhammad Luthfi, saat unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Riau l, oleh oknum aparat. Namun Polda Riau belum mengungkap pelaku di balik pemukulan tersebut.

Muhammad Luthfi menjadi korban kekerasan ketika unjuk rasa yang digelar Cipayung Plus Kota Pekanbaru pada Senin, 22 Juni 2026. Luthfi mengalami luka di bagian pelipis dan wajah hingga harus mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru.

Peristiwa itu terekam dalam sejumlah dokumentasi dan memicu sorotan dari kalangan mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat sipil.

Insiden tersebut kemudian memunculkan desakan agar aparat kepolisian mengusut tuntas dugaan tindakan represif terhadap peserta aksi serta mengungkap secara terbuka siapa pelaku pemukulan.

Meski proses penyelidikan disebut masih berjalan, hingga Senin, 29 Juni 2026, Polda Riau belum menyampaikan perkembangan berarti kepada publik. Belum ada keterangan resmi mengenai identitas pelaku maupun status pemeriksaan terhadap oknum yang diduga terlibat.

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional.

Ia menyatakan seluruh proses penyelidikan dilakukan dengan mengedepankan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan, termasuk memeriksa saksi, mempelajari rekaman video, serta mengumpulkan alat bukti lainnya.



"Kami ingin memastikan proses ini berjalan secara profesional, transparan, dan berkeadilan bagi semua pihak," kata Herry saat itu.

Ia menyampaikan setiap informasi yang diperoleh penyidik akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum berikutnya sehingga proses penanganan tidak dilakukan secara tergesa-gesa.

Namun demikian, lambatnya pengungkapan pelaku mulai memunculkan pertanyaan dari berbagai kalangan. Publik menilai keterbukaan informasi menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap proses penegakan hukum, terlebih dugaan kekerasan tersebut terjadi dalam momentum penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin oleh konstitusi.

Sejumlah mahasiswa dan aktivis juga berharap penyelidikan tidak berhenti pada pemeriksaan internal semata, melainkan mampu mengungkap secara terang siapa pihak yang melakukan pemukulan serta memastikan adanya pertanggungjawaban apabila terbukti terjadi pelanggaran.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut perlindungan terhadap hak warga negara dalam menyampaikan aspirasi secara damai.

Pengungkapan pelaku secara cepat dan transparan dinilai menjadi kunci untuk menjawab keraguan publik sekaligus menunjukkan komitmen aparat dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

Hingga berita ini ditulis, Polda Riau belum memberikan keterangan resmi terbaru mengenai identitas pelaku pemukulan terhadap mahasiswa UMRI tersebut maupun hasil penyelidikan yang telah dilakukan selama sepekan terakhir.