RIAU ONLINE, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar lomba pengelolaan sampah profesional yang melibatkan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di tingkat kelurahan dengan hadiah utama berupa perjalanan umrah bagi peserta terbaik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru, Reza Aulia Putra, mengatakan penilaian lomba telah dilakukan secara langsung oleh tim yang terdiri dari DLHK, TP PKK, dan Dharma Wanita Kota Pekanbaru.
"Tim sudah turun ke masing-masing wilayah untuk melakukan penilaian terhadap 30 LPS yang menjadi peserta. Selain LPS, penilaian juga dilakukan terhadap badan usaha dan sekolah Adiwiyata yang ada di Kota Pekanbaru," ujar Reza, Kamis 18 Juni 2026.
Menurutnya, hasil penilaian yang telah dilakukan sejak 8 hingga 18 Juni 2026 akan direkapitulasi sebelum diumumkan pada puncak peringatan Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru.
"Sore hari ini kami akan melakukan rekap hasil penilaian. Setelah selesai, akan ditentukan peserta dengan nilai tertinggi dan pemenangnya diumumkan saat Hari Jadi Kota Pekanbaru," jelasnya.
Selain hadiah utama berupa perjalanan umrah, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan berbagai hadiah menarik lainnya. Salah satunya berupa becak motor (bentor) untuk kategori tertentu.
Sementara bagi sekolah Adiwiyata dan badan usaha yang berhasil meraih prestasi terbaik, pemerintah menyediakan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi.
"Untuk sekolah Adiwiyata dan badan usaha, kami siapkan uang pembinaan sebagai penghargaan atas komitmen mereka dalam pengelolaan lingkungan," kata Reza.
Ia menjelaskan, dari total 83 LPS yang ada di Kota Pekanbaru, sebanyak 30 LPS mengikuti proses penilaian tahun ini. Penilaian dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan jumlah penduduk yang dilayani.
Kategori kecil diperuntukkan bagi LPS yang melayani kurang dari 1.000 penduduk, kategori sedang untuk layanan 1.000 hingga 3.000 penduduk, sedangkan kategori besar diperuntukkan bagi wilayah dengan jumlah penduduk lebih dari 3.000 jiwa.
Reza menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari strategi Pemko Pekanbaru dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah dari sumbernya agar tidak seluruh sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
"LPS harus mampu melakukan pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Sampah dipilah terlebih dahulu, kemudian diolah sehingga memiliki nilai tambah. Inovasi dalam pengelolaan inilah yang menjadi salah satu aspek utama penilaian," ujarnya.
Menurut Reza, sejumlah LPS di Pekanbaru telah menunjukkan kreativitas dalam mengolah sampah, terutama sampah organik yang diubah menjadi produk bernilai ekonomi.
"Ada LPS yang sudah berhasil memilah dan mengolah sampah organik hingga dapat dijual kembali. Inovasi seperti ini yang ingin terus kami dorong dan kembangkan," tuturnya.
Melalui lomba tersebut, Pemko Pekanbaru berharap semakin banyak LPS yang mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan sampah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilah dan mengolah sampah sejak dari lingkungan rumah tangga. Dengan demikian, volume sampah yang masuk ke TPA dapat terus ditekan dan pengelolaan lingkungan di Kota Pekanbaru menjadi lebih baik dan berkelanjutan.

