Antrean Solar Subsidi Kian Parah, DPRD Pekanbaru Desak Pertamina Segera Beri Penjelasan

Ketua-Komisi-II-DPRD-Kota-Pekanbaru-Zainal-Arifin.jpg
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, Zainal Arifin (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Antrean panjang kendaraan pengangkut barang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru kian meresahkan.

Barisan truk yang mengular hingga ke badan jalan tidak hanya memicu kemacetan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan lainnya. Kondisi ini mendorong DPRD Kota Pekanbaru mendesak Pertamina segera memberikan penjelasan sekaligus mencari solusi atas persoalan tersebut.

Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Zainal Arifin mengatakan antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM subsidi jenis solar hampir terjadi setiap hari di berbagai SPBU di Pekanbaru. Menurutnya, situasi tersebut tidak bisa terus dibiarkan karena berdampak langsung terhadap kelancaran lalu lintas.

"Perlu informasi yang jelas dan akurat dari Pertamina. Karena memang kita lihat di hampir semua SPBU terjadi antrean panjang. Bahkan sudah mengganggu lalu lintas di sekitar SPBU. Jalan jadi sempit karena dipenuhi kendaraan yang mengantre," kata Zainal Arifin, Kamis 6 Agustus 2026.



Politisi Partai Gerindra itu mencontohkan kondisi di SPBU Jalan Srikandi, Panam, yang hampir setiap pagi dipadati kendaraan berat yang mengantre untuk mengisi solar bersubsidi. Antrean tersebut, katanya, sering kali memanjang hingga ke badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat.

"Kalau di daerah Panam, contohnya di Jalan Srikandi, pagi-pagi hari itu sangat macet. Antrean kendaraan memanjang di sepanjang jalan sehingga pengguna jalan lain ikut terganggu. Kita tentu tidak ingin kondisi seperti ini terus terjadi," ujarnya.

Zainal menilai Pertamina perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab antrean yang terus berulang. Menurutnya, masyarakat berhak mengetahui apakah kondisi tersebut dipicu keterbatasan pasokan solar bersubsidi atau justru disebabkan meningkatnya permintaan karena kekhawatiran para pengemudi.

"Dalam hal ini Pertamina harus memberikan keterangan yang jelas. Apa sebenarnya penyebab antrean panjang ini? Apakah karena pengemudi cemas sehingga berlomba-lomba mengisi BBM, atau memang stok solar yang terbatas? Itu yang menjadi pertanyaan kita," tegasnya.

Untuk mendapatkan kejelasan, Komisi II DPRD Kota Pekanbaru berencana memanggil pihak Pertamina guna meminta penjelasan sekaligus mendorong langkah konkret agar persoalan tersebut tidak terus berulang.

"Saya akan mempertanyakan langsung kepada Pak Wilson selaku Kepala Cabang Pertamina Kota Pekanbaru. Kondisi seperti ini tidak bisa dibiarkan terus-menerus karena sudah mengganggu masyarakat," tutup Zainal.