RIAU ONLINE, PALEMBANG - Kemenangan PSPS Pekanbaru atas Sumsel United dengan skor 2-1 diwarnai protes Pelatih PSPS, Akhyar Ilyas, terhadap kepemimpinan wasit.
Akhyar menyoroti dugaan ucapan kasar yang dilontarkan wasit Ginanjar kepada pemain PSPS dalam pertandingan tersebut.
Akhyar mengatakan dirinya sebenarnya tidak ingin membicarakan kinerja wasit. Namun, ia mengaku keberatan setelah mendengar adanya ucapan yang dinilai tidak pantas ditujukan kepada pemainnya.
"Di pertandingan ini ada satu hal yang saya ingin tekankan, sebenarnya saya tidak ingin untuk membicarakan soal kinerja wasit," ujar Akhyar, Minggu, 27 September 2026.
Menurut Akhyar, terdapat sejumlah keputusan wasit yang dinilainya keliru. Namun, hal yang paling membuatnya kecewa adalah ketika wasit disebut mengeluarkan kata kasar kepada pemain PSPS.
"Saya melihat ada beberapa terjadi kesalahan keputusan wasit, dan yang paling menyakitkan buat saya adalah ketika dia mengatakan hal kotor terhadap pemain saya," katanya.
Akhyar kemudian menyebut dirinya telah melakukan konfirmasi terkait kejadian tersebut. Ia menuturkan, wasit Ginanjar disebut mengucapkan kata kasar kepada pemain PSPS.
"Dan saya konfirmasi dan saya membawakan pemain-pemain yang... maaf, dia bilang 'anjing' untuk pemain. Dan saya sangat tidak respect terhadap wasit Ginanjar yang mengatakan hal seperti itu," ujar Akhyar.
Atas kejadian tersebut, Akhyar meminta agar persoalan tersebut mendapat perhatian dari PSSI.
"Jadi ini butuh perhatian khusus dari PSSI," tegasnya.
Akhyar juga mengungkapkan dirinya sempat melakukan protes kepada wasit. Namun, menurutnya, protes tersebut justru membuat dirinya mendapat kartu kuning.
"Dan saya mempertanyakan ke wasit tunggu, memprotes, sedikit melakukan protes, dan dia langsung panggil wasit tengah untuk memberi saya kartu kuning," katanya.
Akhyar menegaskan bahwa pihaknya menghormati tugas wasit dalam pertandingan. Karena itu, ia berharap sikap saling menghormati juga diterapkan kepada pelatih dan pemain.
"Dan saya pikir kita sudah cukup respect dengan kerja wasit, dan saya berharap wasit juga respect dengan kerja pelatih dan pemain di lapangan," tutupnya.
Di luar persoalan tersebut, Akhyar tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Sumsel United.
PSPS sempat kecolongan gol pada awal pertandingan. Namun, setelah melakukan evaluasi saat jeda, tim mampu memperbaiki permainan pada babak kedua.
"Yang pertama, kami bersyukur alhamdulillah atas hasil pertandingan hari ini kami diberi kemenangan 2-1. Meskipun pertandingan hari ini cukup menarik dan di awal pertandingan kita sempat kecolongan gol yang begitu mudah, akhirnya bertahan sampai setengah babak," ujar Akhyar.
Ia menyebut para pemain diminta bermain lebih sabar dan menghindari kesalahan-kesalahan kecil. Perubahan tersebut kemudian membuat PSPS mampu menciptakan lebih banyak peluang hingga mencetak dua gol.
"Dan di babak kedua kita memperbaiki segalanya dan kita bicara dengan pemain bermain lebih sabar dan tidak melakukan kesalahan-kesalahan kecil, dan alhamdulillah mampu menciptakan banyak peluang dan mampu menciptakan dua gol," katanya.
Akhyar juga memberikan apresiasi kepada pemain atas kerja keras mereka di lapangan serta menghormati Sumsel United yang dinilainya bermain cukup baik.
"Dan saya juga mengapresiasi kerja keras pemain di lapangan. Alhamdulillah, dan saya juga respect dengan tim Sumsel United yang bermain cukup baik juga hari ini," tegasnya.

