RIAU ONLINE, PALEMBANG – PSPS Pekanbaru sukses membawa pulang tiga poin dari markas Sumsel United pada matchday ketiga Liga 2 Indonesia musim 2026/2027. Bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu, 26 September 2026, tim berjuluk Askar Bertuah itu menunjukkan mentalitas kuat setelah tertinggal lebih dulu sebelum akhirnya membalikkan keadaan dan menang 2-1.
Sumsel United sempat membuka keunggulan pada menit ke-9 melalui Achmad Aidil. Gol tersebut membuat PSPS Pekanbaru harus bekerja keras sepanjang pertandingan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya anak asuh Akhyar Ilyas akhirnya membuahkan hasil pada babak kedua. Antonio Gamaroni mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-72.
Empat menit berselang, PSPS kembali mencetak gol. Nathan Siringoringo menjadi penentu kemenangan setelah mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-76. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi kemenangan beruntun kedua bagi PSPS Pekanbaru di kompetisi Liga 2 musim ini.
Di balik kemenangan tersebut, pelatih PSPS Pekanbaru Akhyar Ilyas mengaku ada hal yang membuat dirinya kecewa dalam pertandingan.
Akhyar sebenarnya enggan membahas kinerja dari wasit Ginanjar Rahman Latief. Namun, ia kemudian menyoroti sejumlah keputusan pengadil pertandingan yang dinilainya perlu mendapat perhatian.
"Sebenarnya ada satu hal di pertandingan ini, tapi saya sebenarnya tidak mau berbicara soal kinerja wasit," ujar Akhyar usai pertandingan.
Menurutnya, terdapat beberapa keputusan wasit yang dinilai keliru. Namun, yang paling disesalkannya adalah dugaan ucapan kasar yang disampaikan wasit kepada pemain PSPS.
"Saya melihat ada beberapa kali wasit salah dalam mengambil keputusan. Dan yang paling menyakitkan buat saya ketika dia (wasit) mengatakan hal-hal kotor kepada pemain saya," katanya.
Akhyar menyebut dirinya sempat melakukan protes setelah mendengar perkataan tersebut. Ia mengaku tidak menghormati tindakan wasit yang disebutnya mengucapkan kata kasar kepada pemain.
"Dia (wasit) mengatakan anjing kepada pemain saya dan saya tidak respect dengan wasit Ginanjar yang mengatakan seperti itu," tegasnya.
Akhyar berharap persoalan tersebut mendapat perhatian dari PSSI, khususnya Komite Wasit.
"Ini harus mendapatkan perhatian khusus dari PSSI, khususnya Komisi Wasit," ujarnya.
Ia juga mengungkapkan sempat menyampaikan protes kepada Marjukih yang bertugas sebagai wasit cadangan. Namun, protes tersebut justru membuat dirinya diganjar kartu kuning.
"Saya mempertanyakan dan protes kepada wasit cadangan dan kemudian wasit memberikan saya kartu kuning," ungkap Akhyar.
Menurutnya, rasa saling menghormati harus menjadi bagian penting dalam pertandingan sepak bola, termasuk antara perangkat pertandingan, pemain dan pelatih.
"Saya pikir kita sudah cukup respect dengan wasit, sehingga wasit kita harapkan respect dengan pemain dan pelatih," katanya.
Hal senada disampaikan pemain PSPS Pekanbaru, Ihsan Siregar. Ia menceritakan awal mula dirinya melakukan protes kepada wasit dalam pertandingan tersebut. Ihsan mengaku hanya menyampaikan protes kecil. Namun, menurut pengakuannya, ia justru mendapat respons berupa perkataan kasar dari wasit.
"Ya tadi saya agak protes sedikit, tapi wasit ngancam kartu kuning dan mengatakan anjing. Saya kaget dan mengadu ke pelatih," ujar Ihsan.
Terlepas dari persoalan tersebut, PSPS Pekanbaru berhasil mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Kemenangan 2-1 atas Sumsel United menjadi modal penting bagi Askar Bertuah dalam melanjutkan perjalanan di Liga 2 Indonesia musim 2026/2027.

