Kasir Perusahaan Sawit di Pelalawan Dirampok: Terluka Parah, Uang Rp76 Juta Raib

Kasir-sawit-dirampok.jpg
Kasir perusahaan sawit di Pelalawan bersimbah darah di ruang kerjanya usai dirampok. (Dok. Polres Pelalawan)

RIAU ONLINE, PELALAWAN - Aksi pencurian dengan kekerasan (curas) yang diduga disertai penganiayaan brutal mengguncang Desa Kiyap Jaya, Kecamatan Bandar Seikijang, Kabupaten Pelalawan, Riau, Rabu, 17 Juni 2026. Seorang kasir perusahaan kelapa sawit ditemukan bersimbah darah di ruang kerjanya setelah menjadi korban perampokan.

Korban bernama Putriani Tamba (25), karyawan yang bertugas sebagai kasir di kantor pembayaran SPB TBS PT Malika Putri Tunggal (MPT).

Dalam peristiwa tersebut, pelaku diduga berhasil membawa kabur uang tunai perusahaan sebesar Rp76.184.860.

Sebelum ditemukan oleh rekan-rekannya, korban sempat mengirimkan foto selfie dengan wajah berlumuran darah melalui aplikasi WhatsApp. Bersamaan dengan foto tersebut, korban juga mengirim pesan singkat yang berisi permintaan tolong.

"Tolong Gung, aku mau dibunuh orang," tulis korban kepada rekannya.

Pesan darurat itu langsung membuat panik dua rekan korban, yakni Agung Pratama dan Harun Effendi. Keduanya yang saat itu sedang bekerja di PT SIL segera bergegas menuju kantor PT MPT untuk memastikan kondisi korban.


Sesampainya di lokasi, keduanya mendapati situasi kantor dalam keadaan mencurigakan. Pintu kantor masih tertutup rapat sehingga mereka meminta bantuan warga sekitar untuk masuk ke dalam bangunan.

Saat berhasil memasuki ruangan kasir, pemandangan mengerikan pun terlihat. Darah berceceran di lantai kantor, sementara korban ditemukan dalam kondisi terluka akibat serangan yang diduga dilakukan pelaku perampokan.

Belum diketahui secara pasti kronologi pelaku melancarkan aksinya. Namun dugaan sementara, pelaku masuk ke dalam kantor saat korban sedang bertugas mengelola pembayaran hasil tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Selain melakukan kekerasan terhadap korban, pelaku juga diduga menggasak uang tunai puluhan juta rupiah yang berada di kantor tersebut sebelum melarikan diri.

Peristiwa ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian. Tim dari Polres Pelalawan bersama jajaran terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan sejumlah barang bukti.

Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Lettedara membenarkan adanya peristiwa perampokan tersebut. Menurutnya, saat ini polisi tengah bekerja untuk mengungkap identitas pelaku dan memburu keberadaannya.

"Benar. Kami sudah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku," ujar AKBP John, Kamis, 18 Juni 2026.

Pihak kepolisian juga mendalami berbagai petunjuk yang ditemukan di lokasi kejadian, termasuk kemungkinan rekaman kamera pengawas (CCTV), jejak pelaku, serta keterangan para saksi yang berada di sekitar kantor saat kejadian berlangsung.

Polisi belum dapat memastikan apakah aksi tersebut dilakukan oleh satu orang atau lebih. Namun, dari modus yang digunakan, pelaku diduga telah mengetahui keberadaan uang di kantor pembayaran tersebut.